Perdana Menteri Jepang Ishiba Shigeru. Transindonesia.co /NHK
TRANSINDONESIA.co | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sekali lagi menyampaikan rasa frustrasinya atas kemajuan pembicaraan perdagangan dengan Jepang. Kini dia bilang, siap mengenakan tarif yang lebih tinggi.
“Kami sangat berterima kasih, dan kami tahu Anda tidak dapat melakukan hal-hal yang kami butuhkan, maka itu, Anda membayar 30%, 35% atau berapa pun jumlah yang kami tentukan, karena kami juga memiliki defisit perdagangan yang sangat besar dengan Jepang, seperti yang Anda ketahui, dan itu sangat tidak adil bagi rakyat AS,” kata Trump pada Selasa, 1 Juli 2025, seperti dikutip NHK.
Jepang menghadapi tarif sebesar 24%. Trump menuduh Jepang melakukan praktik perdagangan yang tidak adil, khususnya di bidang pertanian dan mobil.
Seorang pejabat Jepang mengatakan pernyataan Trump bisa jadi merupakan upaya untuk memberikan tekanan dan memperoleh keunggulan dalam negosiasi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jepang Iwaya Takeshi turut menanggapi isu tersebut. Ia mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Washington.
“Pembahasan tarif merupakan isu yang sangat penting bagi aliansi Jepang-AS,” kata Iwaya.
Ia menambahkan, bahwa kedua pihak ingin mendukung dengan tegas perundingan tingkat menteri yang sedang berlangsung.
Keduanya sepakat untuk mengupayakan perjanjian yang saling menguntungkan dalam pembicaraan tarif, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan aliansinya. [nhk]
