Banjir sebabkan rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Halmahera Selatan terendam, Ahad (22/6/2025). Transindonesia.co /BPBD Kabupaten Halmahera Selatan
TRANSINDONESIA.co | Dua bencana alam melanda Pulau Maluku, mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengakibatkan seorang balita meninggal dunia, dan longsor menerjang pemukiman penduduk Kota Ambon, Maluku, mengakibatkan seorang meninggal.
“Banjir Halmahera yang terjadi sejak Sabtu (21/6/2025) pukul 16.00 hingga Ahad (22/6/2026) pukul 04.30 WIT menyebabkan banjir di lima kecamatan dan berdampak pada ribuan warga. Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda 15 desa di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, dan Gane Timur Selatan. Satu balita berusia dua tahun dinyatakan meninggal dunia setelah terbawa arus, dan satu orang mengalami luka akibat sengatan listrik,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Senin (23/6/2025).
Sebanyak 4.182 kepala keluarga (KK) atau 13.965 jiwa mengungsi ke lokasi aman. Titik pengungsian tersebar di empat lokasi, yaitu Kantor BPBD, Masjid Raya Al-Khairat, Masjid Sultan Bacan, dan SMP Negeri 1 Bacan. Di samping itu, Dinas Sosial dan Tagana telah mendirikan dapur umum di Lapangan Merdeka Labuha dan Desa Amasing Kota Utara.
Banjir mengakibatkan 1.522 rumah terdampak. Selain itu, empat rumah mengalami rusak berat, tiga rusak ringan, dua jembatan rusak berat, satu jembatan rusak ringan, dan satu bronjong sepanjang 40 meter mengalami kerusakan. Tinggi muka air tercatat berkisar antara 20 hingga 150 cm di sejumlah titik terdampak.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, selimut, terpal, tikar, pakaian, serta perlengkapan bayi dan balita.
“Bupati Halmahera Selatan menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 14 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 7 Juli 2025, melalui Surat Keputusan Nomor 154 Tahun 2025,” ujar Muhari.
Longsor Terjang Kota Ambon
Sementara, satu orang meninggal dunia akibat longsor menerjang permukiman di Kelurahan Negeri Passo dan Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku. Longsor diakibatkan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak Sabtu (21/6/2025).
“Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (22/6/2025) malam, tanah longsor yang membawa material pohon tumbang ini menimpa rumah korban serta mengancam bangunan milik 32 KK lainnya di permukiman,” ujar Muhari.
Merespons bencana tersebut, BPBD Kota Ambon telah melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak dengan mengevakuasi keluarga serta mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan untuk mendukung penanganan darurat, seperti terpal, sekop, gerobak, dan karung.
Selain di Kecamatan Baguala, wilayah lainnya yang dilaporkan mengalami potensi dampak yang sama ialah Kelurahan Batu Meja, Batu Gajah, Waihoka, Karang Panjang, Halong, dan Negeri Soya di Kecamatan Sirimau, Kelurahan Hatalai, di Kecamatan Leitimur Selatan, Kelurahan Negeri Urimessing di Kecamatan Nusa Niwe, dan Kelurahan Hunuth Durian Patah di Kecamatan Teluk Ambon.
Pewarta/Editor: Suria Dharma
