Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Syahrir, SE, M.I.POL. Transindonesia.co /Dokumentasi
TRANSINDONESIA.co | Tokoh masyarakat Haji Syahrir, SE, M.I.Pol, yang dikenal karena kepeduliannya terhadap pendidikan dan generasi muda, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi. Beliau baru-baru ini menebus puluhan ijazah SMA/SMK sekolah swasta di Kabupaten Bekasi, sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan dan dedikasinya dalam memajukan pendidikan di daerah tersebut.
“Tim kami banyak menerima laporan para siswa yang sudah tamat SMA/SMK swasta lulusan tahun 2010/2011 hingga lulusan tahun 2023/2024, namun sampai kini tidak bisa mendapatkan ijazahnya karena tersangkut atau kendala tunggakan biaya sekolah pada umumnya SPP,” ungkap Syahrir saat dikonfirmasi, Rabu (18/6/2025).
Lebih lanjut kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (Dapil) IX (Kabupaten Bekasi), memerintahkan tim untuk menelusuri dan menyasar siswa maupun siswi yang tidak mampu membayar tunggakan di sekolah sekolah dengan jumlah berpariasi mulai dari Rp2.300.000 hingga Rp5 jutaan.
“Sampai hari ini sudah ada 27 siswa dan siswi yang berhasil kita tebus ijazahnya dari beberapa sekolah dan langsung kita berikan kepada siswa tersebut. Sedangkan yang masih proses pekan ini ada 16 ijazah lagi akan ditebus dan diserahkan kepada sesuai nama siswa yang bersangkutan,” jelas politisi Partai Gerindra ini.
Syahrir berharap, kepada para siswa siswi yang telah mendapat ijazahnya dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencari pekerjaan.
“Ijazah adalah modal bagi mereka untuk bekerja, bayangkan ada yang sudah tahun tamat tapi tidak bisa bekerja karena tidak memegang ijazahnya. Ini kita harapkan ijazah mereka bisa mencari dan mendapat pekerjaan untuk masa depan generasi muda kita,” tuturnya.
Langkah ini lanjut Syahrir sebagai bentuk motivasi bagi generasi muda untuk bisa mendapatkan lapangan pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja.
“Pendidikan adalah kunci utama dalam memajukan suatu bangsa. Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Saya ingin memastikan bahwa generasi muda kita memiliki akses yang sama untuk mendapatkan lapangan pekerjaan dan menciptakan lapangan kerja dalam memajukan perekonomian keluarga bahkan lebih besar lagi mendongkrak ekonomi Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Selain menebus ijazah, Haji Syahrir, juga berkomitmen untuk mendukung program-program pendidikan yang ada di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Bekasi. Beliau berharap bahwa dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, pendidikan di Kabupaten Bekasi dapat terus meningkat dan menghasilkan generasi yang berkualitas.
Siswa-siswi yang menerima ijazah dari Haji Syahrir, merasa sangat bersyukur dan termotivasi. Mereka berharap bahwa langkah ini dapat menjadi contoh bagi mereka untuk terus berprestasi dan meningkatkan kualitas diri.
“Terima kasih kepada bapak Haji Syahrir anggota Dewan Provinsi Jawa Barat yang telah menebus ijazah saya. Saya sangat beruntung dapat memegang ijazah untuk bisa mencari pekerjaan berkat bapak Haji Syahrir. Terima kasih bapak Haji Syahrir,” ungkap Putri salah seorang siswi SMK Swasta di Kabupaten Bekasi, dalam testimoninya yang di unggah di media sosial telah mendapat ijazahnya berkat bantuan Haji Syahrir, Selasa (17/6/2025).
Dengan langkah-langkahnya yang proaktif dalam memajukan pendidikan, Haji Syahrir, berharap para siswa siswi yang telah mendapatkan ijazahnya dapat membantu ekonomi keluarga dengan bekerja.
“Jadilah generasi yang terus berkarya dan bertalenta, serta bantu perekonomian keluarga dan ciptakan masa depan gemilang kalian sebagai generasi muda harapan bangsa,” harap Syahrir.
Adapun, 27 ijazah siswa yang telah ditebus dan diserahkan kepada siswa yang bersangkutan berasal dari sekolah swasta di Kabupaten Bekasi:
• SMK IPTEK: 8 ijazah dari lulusan tahun ajaran 2010/2011 – 2023/2024
• SMK 10 Nopember: 4 ijazah dari lulusan tahun ajaran 2024/2025
• SMK At-Taqwa 03: 3 ijazah dari lulusan tahun ajaran 2023/2024
• SMK Talenta Bangsa: 12 ijazah dari lulusan tahun ajaran 2024/2025
Sedangkan yang saat ini dalam proses dari beberapa sekolah lainnya ada 16 ijazah siswa yang akan ditebus dan diserahkan kepada siswa tak mampu membayar tunggakan SPP dari sekolah SMK/SMA swasta. [nal]
