Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.POL (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat).
TRANSINDONESIA.co | Pertanian di Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah terbesar ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian Jawa Barat.
Petani Jawa Barat telah berkontribusi besar dalam meningkatkan produksi pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Namun, petani masih menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Jawa Barat.
Latar Belakang Perda
Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian Provinsi Jawa Barat. Namun, petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti harga jual yang rendah, biaya produksi yang tinggi, dan kurangnya akses ke teknologi dan pasar.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merasa perlu untuk menetapkan perda yang dapat melindungi dan memberdayakan petani.
Tantangan
Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat No 4 Tahun 2018 tentang Pedoman Perlindungan dan Pemberdayaan Petani diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, kualitas hidup petani hingga meningkatkan kualitas hidup mereka (petani).
Petani Jawa Barat menghadapi beberapa tantangan yang mempengaruhi kesejahteraan mereka, antara lain:
• Harga jual yang tidak stabil dan biaya produksi yang tinggi.
• Kurangnya akses ke sumber daya seperti kredit, teknologi, dan pasar.
• Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang dapat mempengaruhi produksi pertanian.
Kerusakan lingkungan merupakan keharusan untuk dilakukan secata konfrehensif, seperti terbitnya Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ini merupakan jawaban.
Permasalahan
Tingkat kesejahteraan petani di Provinsi Jawa Barat masih menjadi perhatian serius, hal ini harus pula dapat terselesaikan untuk dapat terus menopang ketahanan pangan Nasional.
Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh petani antara lain:
• Pendapatan yang rendah akibat harga jual yang tidak stabil dan biaya produksi yang tinggi.
• Kurangnya akses ke sumber daya seperti kredit, teknologi, dan pasar.
• Ketergantungan pada perantara yang dapat mempengaruhi harga jual dan keuntungan petani.
• Kurangnya perlindungan sosial dan keamanan bagi petani.
Strategi Meningkatkan Kesejahteraan
Dalam meningkatkan kesejahteraan bagi petani maka sangat Perda No 4 Tahun 2018.
Dengan meningkatkannya kesejahteraan petani Jawa Barat dan menopang ketahanan pangan Nasional perlu dilakukan beberapa strategi, antara lain:
• Penguatan kelembagaan petani untuk meningkatkan akses ke sumber daya dan pasar.
• Pengadaan sarana produksi yang memadai dan terjangkau.
• Pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan meningkatkan produktivitas.
• Pengadaan fasilitas kredit yang mudah diakses oleh petani.
• Penguatan sistem pemasaran untuk meningkatkan harga jual dan keuntungan petani.
Upaya Pemerintah dan Stakeholder
Pemerintah Jawa Barat dan stakeholder lainnya terus melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Upaya ini juga harus selaras dengan program meningkatkan kesejahteraan petani melalui beberapa cara, antara lain:
• Program bantuan untuk meningkatkan akses ke sumber daya dan teknologi.
• Pengadaan infrastruktur untuk meningkatkan akses ke pasar dan sumber daya.
• Pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani.
• Fasilitas kredit atau Koperasi Merah Putih bagi petani.
• Pengadaan sarana produksi yang memadai dan terjangkau.
• Pengadaan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani.
Implementasi dan Pengawasan
Untuk menuju kesejahteraan dan penguatan ekonomi petani, peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus betul-betul diimplementasikan.
Peran dan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai pengawas juga diharapkan turun dan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus bergerak memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani dalam mengolah pertaniannya.
Implementasi dan pengawasan yang efektif ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan Perda No 4 Tahun 2018 ini dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab untuk melaksanakan perda ini dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda ini.
Dampak Positif Perda
Perda No 4 Tahun 2018 diharapkan dapat memiliki dampak positif bagi kesejahteraan petani dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Beberapa dampak positif yang diharapkan antara lain:
• Peningkatan pendapatan petani dan peningkatan kesejahteraan.
• Peningkatan akses petani ke sumber daya dan pasar.
• Peningkatan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani dan menghadapi tantangan.
• Peningkatan perlindungan sosial dan keamanan bagi petani.
Kesimpulan
Meningkatkan kesejahteraan petani Jawa Barat memerlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan.
Dengan penguatan kelembagaan petani, pengadaan sarana produksi, pengembangan teknologi, dan pengadaan fasilitas kredit, petani Jawa Barat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Pemerintah Jawa Barat dan stakeholder lainnya perlu terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi pertanian di Jawa Barat.
Dengan menetapkan pedoman yang komprehensif, Perda No 4 Tahun 2018 diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan akses ke sumber daya dan pasar, dan meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani. Implementasi dan pengawasan yang efektif juga diperlukan untuk memastikan keberhasilan perlindungan dan pemberdayaan petani.**
