Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi siswa dari seluruh SMA dan SMK se-Jawa Barat yang mengikuti Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Lembang, Kabupaten Bandung, pada Senin, 5 Mei 2025. Transindonesia.co /Istimewa
TRANSINDONESIA.co | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal karena sepak terjangnya yang dinamis dan proaktif dalam membangun Jawa Barat yang berkualitas meningkatkan kehidupan masyarakat, pendidikan, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan ekonomi lokal, UMKM dan industri kreatif, serta pengelolaan lingkungan.
Dengan sepak terjangnya yang proaktif dan visioner, Dedi Mulyadi berupaya untuk menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang maju dan sejahtera.
Untuk menjadi Jawa Barat maju dan sejahtera, Kang Dedi Mulyadi atau yang biasa disapa KDM terus bekerja bahkan sejak di lantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025. Ia terus turun ke lapangan memantau kondisi lapangan.
Terjun langsungnya KDM ke lapangan banyak hal positif yang telah dilakukannya seperti beberes atau bebenah agar Jawa Barat tak lagi dilanda banjir, bahkan membuat solusi agar Jakarta tidak ketimpa pulung atau banjir kiriman dari Jawa Barat.
Dari situ, penulis menyimpulkan beberapa aspek inovasi dan inovatif yang mencerminkan sepak terjang KDM:
• Pembangunan Infrastruktur: KDM fokus pada pembangunan infrastruktur yang memadai untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat.
• Pengembangan Ekonomi Lokal: KDM mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap UMKM dan industri kreatif.
• Peningkatan Kualitas Pendidikan: KDM berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat melalui berbagai program dan inovasi.
• Pelayanan Publik: KDM menekankan pentingnya pelayanan publik yang efisien dan transparan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.
• Pengelolaan Lingkungan: KDM juga memperhatikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk menjaga keindahan dan kekayaan alam Jawa Barat.
Bukan Wajib Militer
Khususnya sepak terjang visioner Dedi Mulyadi yang diakui banyak pro-kontra baik di masyakarat Jawa Barat bahkan hingga seluruh masyarakat Indonesia, seperti penggemblengan siswa siswi di markas militer tak lain untuk mengubah pola kelakuan “nakal” siswa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah meluncurkan program inovatif untuk menangani siswa nakal dengan mengirimkan mereka ke barak militer. Program ini bertujuan untuk membentuk disiplin dan karakter siswa melalui pelatihan militer.
Program ini diharapkan dapat membantu siswa nakal untuk berubah menjadi lebih baik dan memiliki disiplin yang lebih tinggi. Namun, program ini juga menuai kontroversi karena beberapa pihak khawatir tentang dampak pelatihan militer terhadap siswa.
Fakta di tengah masyarakat, kenakalan anak atau remaja yang masih duduk di bangku sekolah bukan menjadi rahasia umum. Di mana kenakalan remaja yang telah menjurus bahkan menjurus pada prilaku tindak pidana.
Seperti, tawuran, pencurian kenderaan bermotor, mabuk mabukan, hingga judi online telah memasuki jiwa dan perilaku para remaja.
Dedi Mulyadi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat melalui berbagai program dan inovasi. Dedi Mulyadi tak ingin generasi muda Jawa Barat ini terus terjerembab pada kehidupan yang tak pasti, dan masa depan yang suram.
Sepak terjang lewat inovasi pendidikan inilah banyak menuai pro-kontra hingga kalangan elite. Di mana Dedi Mulyadi ingin membenahi mental dan spritual generasi muda yang “bermasalah” dengan kehidupan sehari-harinya sebagai pelajar namun berulah dengan kelakuan tindak pidana.
Lewat inovasi pendidikan yang membina anak anak bermasalah yang saat ini berjumlah lebih kurang 900 anak dari seluruh Jawa Barat. Sebagian di antaranya yang telah di didik di Mabes TNI Resimen Armed Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, dan Dodik Bela Negara, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Selain di Purwakarta dan Lembang, program ini juga akan diadakan di Kota Depok, Bogor, Cianjur, Garut, Tasik, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Sukabumi.
Mulai Senin, 5 Mei 2025, sebanyak 281 siswa dari seluruh SMA dan SMK se-Jawa Barat telah mengikuti Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Lembang.
Mereka adalah anak-anak yang dalam berbagai problem, ada yang kecanduan minuman, game online, merokok, dan terlibat geng motor.
Dengan program Pendidikan Karakter Panca Waluya Jabar ini bukanlah wajib militer, tapi untuk pendidikan karakter berbasis disiplin dan bela negara.
Inovasi KDM dalam program pendidikan untuk siswa nakal yang dididik di barak militer sebagai berikut:
• Program Pembinaan: Meluncurkan program pembinaan bagi siswa nakal untuk meningkatkan disiplin dan motivasi belajar.
• Kerja Sama dengan Lembaga: Bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat untuk mendukung program pembinaan siswa.
• Pendekatan Holistik: Pendekatan holistik, tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan hidup.
• Dukungan Psikologis: Siswa nakal juga mendapatkan dukungan psikologis untuk mengatasi masalah pribadi dan meningkatkan kepercayaan diri.
• Evaluasi dan Pemantauan: Program ini dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Sepak terjang KDM ini berupaya memberikan kesempatan kedua bagi siswa nakal untuk berubah dan meraih kesuksesan dengan program yang diikuti siswa untuk mendapatkan disiplin, keterampilan, serta mendapatkan manfaat dan korelasinya.
Disiplin, Keterampilan dan Struktur:
• Disiplin dan Tanggung Jawab: Pendidikan di barak militer dapat meningkatkan disiplin dan tanggung jawab anak nakal.
•Keterampilan Hidup: Mereka dapat mempelajari keterampilan hidup yang berguna, seperti manajemen waktu dan kerja sama tim.
•Struktur: Barak militer menyediakan struktur yang jelas dan aturan yang ketat, yang dapat membantu anak nakal memahami batasan dan konsekuensi.
Manfaat:
•Pembentukan Karakter: Pendidikan di barak militer dapat membentuk karakter anak nakal menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.
• Peningkatan Kemandirian: Anak nakal dapat menjadi lebih mandiri dan percaya diri setelah mengikuti pendidikan di barak militer.
• Keterampilan Khusus: Mereka dapat mempelajari keterampilan khusus, seperti kepemimpinan dan kerja sama tim.
Korelasi:
• Perilaku: Pendidikan di barak militer dapat mempengaruhi perilaku anak nakal, baik positif maupun negatif.
• Mental: Pendidikan di barak militer dapat berdampak pada mental anak nakal, baik dalam bentuk peningkatan kepercayaan diri maupun kemunduran mental.
• Keterampilan Hidup: Pendidikan di barak militer dapat membantu anak nakal mempelajari keterampilan hidup yang berguna untuk masa depan.
Dalam keseluruhan, pendidikan di barak militer dapat memiliki dampak positif dan negatif pada anak nakal, tergantung pada implementasi dan kebutuhan individu.
Positive Thinking
Dengan menggunakan strategi yang tetap mengedepankan pola asuh pendidikan yang baik. Sepak terjang KDM ini perlu ditanggapi dengan positive thinking, bukan sebaliknya negative thinking, apalagi mencemooh sampai menggagalkan program pendidikan ini untuk meraih kesuksesan masa depan anak sebagai generasi emas.
Positive thinking adalah cara berpikir yang fokus pada aspek positif dalam hidup, situasi, atau diri sendiri. Ini melibatkan sikap optimis, harapan, dan kepercayaan bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan baik. Positive thinking dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup.
Prinsip positive thinking:
• Fokus pada solusi, bukan masalah.
• Melihat peluang dalam setiap tantangan.
• Berpikir optimis tentang masa depan.
• Menghargai hal-hal positif dalam hidup.
• Mengembangkan sikap sabar dan toleran.
Dengan menerapkan positive thinking, seseorang dapat meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan.
Hal inilah yang dilakukan KDM sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, ia berupaya keras agar “Jawa Barat Maju dan Sejahtera” serta untuk menuju”Generasi Emas Jawa Barat “.*
Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.Pol. (Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat).
