Ilustrasi
TRANSINDONESIA.co | Honda Motor dan Nissan Motor meninjau rencana produksi beberapa modelnya untuk pasar AS. Hal ini akibat tarif tambahan sebesar 25% untuk mobil yang dikenakan pemerintahan Trump.
Honda berencana memindahkan basis produksinya untuk beberapa model sedan dari Prefektur Saitama ke Negara Bagian Indiana, AS.
Mengutip NHK, Honda kini memproduksi sekitar 1.500 unit model hibrida tiap bulan. Namun, perusahaan ini bermaksud mengakhiri produksi di Saitama secepatnya pada Juni atau Juli.
Honda telah memproduksi banyak modelnya untuk pasar AS di negara tersebut. Tahun lalu, perusahaan itu mengirim sekitar 5.300 unit dari Jepang ke pasar AS, yang berarti kurang dari 1% dari unit yang terjual di sana.
Nissan memutuskan untuk membatalkan rencananya memangkas produksi di Tennessee dan mempertahankan produksi yang telah direncanakan.
Namun, perusahaan tersebut berencana mengurangi produksi kendaraan sport untuk pasar AS di Prefektur Fukuoka, Jepang barat daya. Perusahaan ini bermaksud memangkas produksi lebih dari 10.000 unit selama 3 bulan mulai Mei.
Para produsen mobil menghadapi beberapa tantangan, seperti pasokan suku cadang, saat berupaya meningkatkan produksinya secara tajam di AS. [nhk]




