Wiwiek Hargono, istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Transindonesia.co / Tangkapan layar
TRANSINDONESIA.co | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur Wiwiek Hargono, istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, yang menginap di hotel saat banjir. Sementara 61.233 jiwa warga Kota Bekasi berjibaku dengan banjir besar yang melanda wilayah Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (4/3/2025).
Seperti kehilangan empati terhadap puluhan ribu warganya, Wiwiek yang dikenal kerap bermedia sosial itu tak berampun lagi dirujak netizen.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi istri Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yakni Wiwiek Hargono, yang memilih mengungsi ke hotel setelah kediamannya di Kemang Pratama banjir luapan Sungai Bekasi. Videonya viral di medsos.
“Kepada seluruh pejabat di mana pun berada, ya hari ini istri pejabat mari kita sama-sama merasakan apa yang diderita oleh masyarakat. Pada saat masyarakat mendapat musibah, pejabat dan istri pejabat ada di tengah-tengah masyarakat,” kata Dedi di Bandung, Rabu (5/3/2025).
Orang nomor satu di Jabar ini menilai, keputusan istri Wali Kota Bekasi itu merupakan perilaku yang tak patut dicontoh sebagai pejabat publik di tengah warganya yang menderita akibat terdampak banjir tersebut.
Karenanya, Dedi akan memberikan pembinaan terhadap para pejabat maupun istri pejabat yang dinilai melanggar etika.
“Sebagai Gubernur, saya bisa melakukan pembinaan berupa teguran. Melalui media ini, saya menyampaikan teguran kepada istri Wali Kota Bekasi untuk mengubah sikapnya karena dipilih oleh masyarakat,” ungkap Dedi.
Terpisah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengakui, dia dan istrinya menginap di hotel saat banjir bukan untuk bermewah-mewahan.
“Tidak ada pengin kesan bermewah-mewahan,” jawab Tri Adhianto ditanya awak media di Bekasi, Rabu (5/3/2025).
Keputusan menginap di hotel kata Tri, karena rumahnya kebanjiran. Dia harus keluar dari rumahnya agar mobilitasnya sebagai kepala daerah tidak terhambat.
“Saya selamatkan dulu anak dan istri saya. Kemudian pagi-pagi jam 6 saya juga harus sudah bergabung dengan warga masyarakat,” ujarnya.
“Saya harus bisa memastikan bahwa pada pagi hari itu logistik harus sudah siap. Karena memang sejak jam 10 malam saya berada di lapangan, jam 2 pulang, dan saya hanya mengambil istri dan anak saya,” kata Tri Adhianto.
Dia menyebutkan, hotel tempatnya menginap berada di lokasi yang strategis sehingga lebih memudahkannya untuk menemui warga yang terendam banjir. [arh]
