Exploraction Bandung SMP Cita Hati Christian Junior School (CHCJS) Samarinda, Kalimantan Timur, di Gedung Sate Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis 6 Oktober 2023. [Transindonesia.co /Istimewa]
TRANSINDONESIA.co | Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cita Hati Christian Junior School (CHCJS) Samarinda, Kalimantan Timur, selama empat hari (4D) tiga malam (3N) melakukan Exploraction Bandung dalam rangka tour prokastinasi, edukasi, eksplorasi alam, simulasi, aksi menantang, reflektif & konstruktif, outcomes, games, yang megasah pengalaman hingga adrenalin yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat, dan anjangasana ke Bank Sampah dan Panti Asuhan di Kota Bandung.
Exploraction Bandung yang dimulai Rabu 4 -7 Oktober 2023, di ujung hari akhir Exploraction Bandung, Sabtu 7 Oktober 2023 pagi, para siswa yang didampingi guru, Mr Andreas, Mr Alex, Ms Eliana dan Ms Novita, melakukan Explore Museum Geologi dengan mengunjungi museum dengan tantangan membuat konten “I’m Content Creator”.
Tujuan pertama, SMP CHCJS mengunjungi Terminal Wisata Grafika Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, selama tiga hari dia malam melakukan berbagai kegiatan prokastinasi, edukasi, eksplorasi alam ke Orchid Forest Hutan Perhutani, hingga mengasah adrenalin dengan permainan motor ATV dan Paintball.
Tim Media Cipta Prestasi (MCP) yang diawaki Kak Jeremia (coach materi prokastinasi), Kak Glorya (memimpin teduh pagi dan teduh malam), Kak Kholis, Kak Khalid, Kak Hari, Kak Zainal (Team Leader), memberi berbagai kegiatan selama siswa SMP CHCJS mengikuti Exploraction Bandung.

Mulai dari edukasi kemampuan yang diukur, leadership peserta diberikan simulasi berupa tantangan yang mengukur kepemimpinan dalam tim.
“Dirancang untuk mengevaluasi keterampilan
seperti pengambilan keputusan strategis, delegasi tugas, komunikasi
efektif, motivasi tim, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan dan
mengarahkan tim menuju pencapaian tujuan bersama para siswa yang mengikuti Exploraction Bandung,” ungkap Kak Jeremia.

Begitu pula, para siswa diasah kemampuan berkomunikasi dengan peserta lain, coach, maupun dengan lingkungan yang baru mereka temui.
Di mana para peserta akan mengaktifkan determinasi aksi mereka untuk menghadapi tantangan yang sulit, mengatasi rintangan yang muncul, dan tetap gigih dalam mengambil langkah langkah konkret menuju pencapaian tujuan mereka.
“Training prokrastinasi siswa, dimaksudkan agar siswa mampu mengatasi kecenderungan menunda-nunda belajar dan meningkatkan produktivitas. Diajarkan strategi dan teknik efektif untuk mengelola waktu, mengatur prioritas, mengatasi gangguan, dan mengembangkan kebiasaan belajar yang teratur,” tutur Kak Jeremia. [sfn]







