Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat menghadiri acara The 12th Bali Cardiology Update (BAC-UP) yang diselenggarakan PERKI cabang Bali, 25 Agustus 2023. [Transindonesia.co /KemenPPPA]
TRANSINDONESIA.co | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyebut, satu dari empat perempuan meninggal karena penyakit jantung koroner. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara The 12th Bali Cardiology Update (BAC-UP), Jumat (25/8/2023).
Acara yang digelar setahun sekali itu merupakan agenda Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) cabang Bali. Bintang mengungkapkan, kini banyak perempuan yang mengidap penyakit jantung.
“Selama ini, penyakit jantung koroner pada umumnya dianggap sebagai penyakit laki-laki atau pada usia lanjut. Namun faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan meninggal karena penyakit jantung koroner,” kata Bintang dalam siaran persnya, Selasa (29/8/2023).
Jumlah tersebut, kata Menteri Bintang, lebih banyak dari kematian yang disebabkan oleh semua jenis penyakit kanker. Hal itu juga yang menjadikan penyakit kardiovaskuler menjadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan.
Menurut Bintang, penyakit jantung yang dialami perempuan lebih beresiko sebabkan kematian dibandingkan pada laki-laki Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian Ibu.
Biasanya terjadi akibat pendarahan saat persalinan, hipertensi, gangguan sistem peredaran darah, infeksi, dan gangguan metabolisme. Selain itu, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyakit utama pada kematian bayi, dibawah pneumonia, diare, dan syaraf.
Data epidemiologi global menunjukkan sekitar 80 persn perempuan berusia 40-60 tahun, setidaknya memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung. Perubahan gaya hidup masa kini juga ikut berpengaruh terhadap resiko penyakit jantung pada perempuan usia produktif.
Bahkan saat masa kehamilan akan berdampak pada kesejahteraan perempuan termasuk berdampak pada angka kematian Ibu. “Dibutuhkan kesadaran kita bersama untuk mengutamakan para perempuan mengenai pencegahan penyakit jantung koroner,” ujar Menteri PPPA.
Ketua PERKI Bali, dr. I Kadek Susila menyampaikan bahwa BAC-UP merupakan pertemuan tahunan rutin yang diselenggarakan pihaknya. Guna meningkatkan pengetahuan, informasi terkini, dan penatalaksanaan yang komprehensif di bidang kardiologi dan kedokteran vaskuler.
Tahun ini, BAC-UP mengusung tema Improving Knowledge on Latest Cardiovascular Disease: Translating Guideline Into Real World Experience. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit kardiovaskuler terkini, sehingga dapat diterjemahkan sebagai pedoman dan dipraktikkan di dunia nyata. [rls]
