Waspadai Banjir Susulan di Wilayah Seram Bagian Barat

TRANSINDONESIA.co | Prakiraan cuaca BMKG, Jumat (14/7/2023) menunjukkan adanya peringatan dini waspada terhadap hujan sedang hingga lebat di wilayah Seram Bagian Barat, Maluku. Sebelumnya Kecamatan Huamual tergenang banjir hingga 50 cm.

“Pada Kamis sore (13/7/2023) banjir merendam sejumlah rumah warga Desa Lokki. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Barat mencatat banjir menggenangi 82 unit rumah warga desa. Sedangkan populasi terdampak berjumlah 79 KK atau 374 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (15/7/2023).

Banjir tidak dapat dihindari setelah hujan lebat berdurasi lama, Kamis (13/7/2023) dari pukul 16.00 waktu setempat atau WIT hingga pukul 21.00. Kondisi itu diperburuk dengan adanya tanggul jebol  sehingga debit air meluap ke pemukiman. Sebelumnya fenomena banjir juga berlangsung di wilayah yang sama pada pekan lalu (9/7/2023).

Dengan adanya peringatan dini cuaca di wilayah Seram Bagian Barat, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. Pastikan keamanan dan keselamatan apabila warga akan melakukan evakuasi. Warga dapat menghubungi petugas BPBD untuk bantuan apabila membutuhkan pertolongan evakuasi.

Hingga saat ini, sebanyak 3 KK atau 15 warga yang mengungsi akibat banjir.

Merespons bencana di wilayahnya, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat bersiaga apabila ada warga membutuhkan pertolongan maupun evakuasi. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah, TNI, Polri, aparat desa dan kecamatan.

Petugas bergotong royong untuk melakukan perbaikan darurat tanggul yang rusak akibat banjir.

Sementara itu, peringatan dini cuaca pada Sabtu (15/7/2023) wilayah Maluku masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang. Sedangkan dilihat dari potensi Gerakan tanah, sepanjang Juli 2023 ini, wilayah Kecamatan Huamual tergolong pada kategori rendah hingga menengah.

Kondisi ini menuntut kesiapsiagan warga dan pemerintah daerah dalam menghadapi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.  [kum]

Share