Menko Polhukam Mahfud MD. [Transindonesia.co /Dokumentasi]
TRANSINDONESIA.co | Menko Polhukam Mahfud MD memprediksi, timbulnya ancaman baru dalam dunia maritim dampak dari perkembangan teknologi. Perasaan khawatir ancaman tersebut, berdasarkan laporan Sekjen PBB tentang laut pada 14 Maret 2023 lalu.
“Selain ancaman wilayah perairan dan yurisdiksi, perlu menjadi perhatian adalah keamanan dan keselamatan laut. Dalam kaitan dengan perkembangan teknologi sebagaimana dalam laporan Sekjen PBB tentang laut, tiga bulan lalu,” kata Mahfud dalam Lokakarya tentang Keamanan Laut di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (5/7/2023).
Mahfud menilai, perkembangan teknologi kemaritiman akan memfasilitasi terjadinya kriminalitas. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah melakukan transformasi keamanan laut nasional.
“Visi Indonesia Emas 2045 dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) salah satunya adalah pembangunan di sektor kelautan. Adapun keberhasilan-nya nanti sangat ditopang oleh faktor keamanan laut,” ucap Mahfud.
Sebelumnya, Kepala Bakamla Laksamana TNI Aan Kurnia mengatakan, bentuk dari Indonesia Coast Guard belum tentu lembaga baru. Namun, bisa lembaga lama atau lembaga yang dilebur.
“Nanti bisa seperti Bakamla, tapi intinya kita harus mempunya Indonesia Coast Guard. Siapa pun yang penting harus ada lead agency, bisa lembaga lama, baru, atau menggabungkan, tergantung mana yang lebih efisien dan baik,” kata Aan.
Terakhir Aan menambahkan, bahwa Bakamla akan dilibatkan dalam rancangan Indonesia Coast Guard. Demi mewujudkan fungsi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. [rri]
