Taraweh Berjamaah Gagasan Umar bin Khattab

Ustadz Drs H. Usman Permana, dalam Kajian Ahad Pagi (KAP) di Al-Farouq Taman Juanda Kota Bekasi, Ahad (8/3/2020). [TRANSINDONESIA.CO/Aris Yulianto]

TRANSINDONESIA.CO – Kajian Ahad Pagi (KAP) Mushola Al-Farouq di Perumahan Taman Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (8/3/2020), menghadirkan Ustadz H. Drs Usman Permana sebagai pembicara. Tema kajian minggu kedua di bulan Maret ini tentang persiapan menyambut bulan Ramadhan.

“Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam, semarak bulan Ramadhan begitu terasa apalagi ada amalan sholat malam atau shalat taraweh berjamaah,” terang ustadz Drs H Usman Permana yang juga pengasuh Pondok Tahfiz Al-Qur’an Al-Amin Taman Alamanda Bekasi.

Ustadz Permana menuturkan bahwa semarak sholat malam di bulan Ramadhan terjadi atas ide dari Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, khalifah yang terkenal tegas dan berperawakan tinggi besar.

“Itu terjadi di masa kekhalifahan Abu Bakar dan di awal kekhalifahan Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Kemudian akhirnya Umar bin Al-Khattab menyatukan mereka untuk bermakmum kepada satu imam.”

Ada suatu periwayatan, Abdurrahman bin Abdul Qariy berkata: “Suatu malam di bulan Ramadhan, aku keluar bersama Umar bin Al-Khattab menunju masjid. Ternyata kami dapati manusia berpencar-pencar di sana sini. Ada yang shalat sendirian, ada juga yang shalat mengimami beberapa gelintir orang”.

Beliau berkomentar: “(Demi Allah), seandainya aku kumpulkan orang-orang itu untuk shalat bermakmum kepada satu imam, tentu lebih baik lagi”.

Kemudian beliau melaksanakan tekadnya, beliau mengumpulkan mereka untuk shalat bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘anhu. Abdurrahman melanjutkan: “Pada malam yang lain, aku kembali keluar bersama beliau, ternyata orang-orang sudah sedang shalat bermakmum kepada salah seorang qari mereka. Beliau pun (Umar bin Al- Khatab) berkomentar: “Sebaik-baik bid’ah, adalah seperti ini”.

“Umar bin Al-Khattab yang bergelar Al-Farouq memang banyak menelurkan gagasan-gagasan bagi kaum muslimin kala itu,” kata Ustadz Permana.

“Penyusunan musaf Al-Qur’an, penetapan tahun Hijriah, penaklukan Baitul Maqdis adalah ide-ide dan prestasi Khalifah kedua umat Islam itu,” lanjut Ustadz Usman Permana.

Ustadz Drs H. Usman Permana juga menjelaskan secara gamblang, riwayat kahlifah Umar bin Al-Khatab sampai akhir hidup khalifah.

[Aris Yulianto – Disarikan dari Kajian Ahad Pagi Mushola Al-Farouq, Taman Juanda Kota Bekasi]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co