Korban Tewas Virus Corona Melonjak Jadi 563, China Catat 73 Kematian Baru

Petugas ambulans mengenakan baju pelindung diyakini membawa seorang pasien yang dipindahkan dari kapal pesiar Diamond Princess setelah 10 orang dinyatakan positif mengidap virus corona setelah menjalani pemeriksaan di pangkalan polisi air di Yokohama, Jepang, 5 Februari 2020.[Reuters]

TRANSINDONESIA.CO – China pada Kamis (6/2/2020) melaporkan 73 orang lagi meninggal akibat virus corona. Dengan kasus kematian baru itu jumlah korban meninggal akibat virus tersebut sudah mencapai total 63 orang.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyerukan penggalangan dana untuk membantu negara-negara memerangi penyebaran penyakit itu.

Dilansir VOAIndonesia, dua kapal pesiar di Jepang dan Hong Kong dengan 5.400 penumpang terjebak dalam situasi darurat kesehatan global ini, yang tampaknya semakin buruk.

Di Yokohama, pekerja kesehatan mengatakan, 10 orang lagi dari kapal pesiar Diamond Princess dikonfirmasikan mengidap virus itu, selain 10 lainnya yang sudah dinyatakan positif dari hasil tes pada Rabu (5/2/2020).

Sepuluh penumpang itu akan diturunkan selagi kapal berlabuh, dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk pengujian dan perawatan selanjutnya.

Sebanyak 3.700 orang di kapal itu akan dikarantina selama dua minggu dan harus tinggal di dalam kabin kapal. Kapal itu mengangkut 2.666 penumpang dan 1.045 kru. Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan sebanyak 171 orang, yang menunjukkan gejala atau kontak dengan orang yang terdiagnosis terjangkit virus itu, masih menunggu tes.

Sementara itu 3.600 orang di kapal pesiar di Hong Kong juga diperiksa setelah tiga penumpang dari perjalanan sebelumnya didiagnosa mengidap virus itu. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan dua terminal, termasuk satu di mana kapal pesiar itu berlabuh, akan ditutup.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (5/2/2020) menyerukan penggalangan dana sebesar AS$675 juta untuk membantu negara-negara menanggapi penyebaran virus itu.

Dia mengakui bahwa jumlahnya besar, tetapi “ini jauh lebih sedikit dibandingkan yang harus kita bayar kalau kita tidak melakukan investasi dalam kesiagaan sekarang.” [jm/ft]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co