Peserta pelatihan Koperasi & UMKM atas pemanfaatan hasil laut di Labuan Bajo. [TRANSINDONESIA.CO/Mirza Ichwanuddin]
TRANSINDONESIA.CO – Dengan semakin tumbuh serta berkembangnya usaha Blambangan Foodpackers membuat Group ini fokus melihat ke bawah, sebagai sebuah keberpihakan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Hal ini menjadikan sebuah titik perenungan, bahwa dahulu pun Blambangan Foodpackers pernah seperti mereka yang senantiasa memerlukan bimbingan dan pendampingan dari perusahaan besar.
Ketika Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) meminta mereka mendukung acara “Sinergi Pengembangan Potensi Ekonomi di Kawasan Pariwisata untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Labuan Bajo, maka itu dianggap sebagai sebuah tantangan tersendiri bagi Blambangan Foodpackers yang telah berulangkali melakukan hal sejenis, yaitu pemberdayaan masyarakat melalui group usahanya yaitu PT. Ritel Ikan Indonesia lewat penguatan Koperasi dan UMKM.
Blambangan Foodpackers pun mendukung penuh dan melakukan inisiasi kepada pihak-pihak terkait demi partisipasinya dalam acara penguatan Koperasi dan UMKM di Labuan Bajo tersebut.
Lewat Pelatihan Vokasi dan Praktek Kerja atas produksi dan pemanfaatan hasil laut Labuan Bajo pada Selasa (3/12) di hadapan pelaku Koperasi dan UMKM sebagaimana yang diminta oleh Kemenkop dan UKM, Blambangan Foodpacker langsung mengirimkan teknisi produksi dari pabriknya di Banyuwangi, Abdul Haris dan Siti Sundari.
Tingginya sambutan dan antusiasme dari Pelaku UMKM yang ada di sana terlihat dengan penuhnya peserta yang hadir di acara tersebut. Materi pelatihan vokasi itu seperti prakti produksi Nuget, Bakso dan Abon berbahan dasar ikan. Acara pelatihan diawali dengan pre-test dan diakhiri post-test.
Acara tersebut merupakan hal yang dinantikan oleh semua pihak terutama pihak Kemenkop dan UKM, dimana menjadi ajang partisipasi berbagai pihak dalam mendukung penguatan Koperasi dan UMKM di Labuan Bajo.
Dibuka oleh Deputi Bidang Produksi, Victoria Br Simanungkalit yang hadir mewakili Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sekaligus membacakan sambutan Pak Menteri yang berhalangan hadir karena harus mengikuti Rapat Terbatas Kabinet dengan Presiden di Istana Negara.
Pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) para perusahaan besar yang peduli terhadap keberlangsungan dan pengembangan Koperasi dan UMKM berdasarkan potensi di wilayahnya masing-masing.
Mengingat potensi Labuan Bajo itu sendiri yang utamanya adalah hasil berlimpah Perikanan Lautnya, maka pemanfaatan potensi hasil laut tersebut adalah dengan mendukung industro rumahan seperti produksi Nuget Ikan berkualitas juga Rombong Nuget siap saji. Dukungan partisipasi CSR tersebut berupa:
1. 2 sett mesin pembuat Nuget yang dipersembahkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. diserahkan masing-masing kepada KSU Sampah Komodo dan KSU Mutiara Komodo.
2. 10 unit Rombong Usaha Koperasi (berikut peralatan siap operasional) yang dipersembahkan oleh PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Bersama PT. Blambangan Foodpackers Indonesia, diserahkan masing-masing kepada KSU Sampah Komodo dan KSU Mutiara Komodo.
Saat acara berlangsung, semua yang hadir tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangga atas peran serta Kementerian Koperasi dan UMKM. Karena yang selama ini mereka (para pelaku Koperasi dan UMKM) hampir tidak pernah dilirik bahkan sebelah mata oleh para perusahaan besar. Lewat ajang pelatihan tersebut, mereka seakan disadarkan bahwa mereka dijadikan bagian dari kebersamaan dan sinergi atas proses “transfer knowledge” yang merupakan basis dari pengelolaan yang baik dan benar dalam setiap usaha yang dijalan kan oleh siapapun selama ini.
Kehadiran perusahaan besar memberikan angin segar kepada Kemenkop dan UKM bahwa ke depannya akan lebih mudah membangun sinergi Koperasi dan UMKM bersama-sama perusahan besar.
Dengan hadirnya Blambangan Foodpackers, impian Koperasi dan UMKM untuk menjadi tuan rumah dan pelaku ekonomi utama di Indonesia akan terwujud dan sudah di depan mata.[MIZ]
