Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat menjelaskan gugurnya anggota Satgas Intelijen Tinombala, Serda Muhammad Ilman.[Saf]
TRANSINDONESIA.CO, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait impor senjata. Gatot mengatakan, keributan tersebut impor senjata dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang menginginkan perpecahan antara Polri dan TNI.
Panglima TNI pun mengaku bingung kenapa proses impor senjata oleh Polri menjadi kegaduhan. “Senjata saja dibuat ribut ,” ujar dia dalam acara pengajian bulanan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62, Jumat 6 Oktober 2017.
Gatot pun mengatakan, sempat berdialog dengan Kapolri, mengapa menjadi keributan. “Pak Tito kok bisa (ribut) begitu ya? (Tito menjawab) sudah biarin saja, lagi seneng (mengadu domba)” kata Gatot.

Gatot juga mengatakan, tidak ada negara yang bisa menaklukkan Indonesia kecuali dengan adu domba. Oleh karena itu, Indonesia harus berhati-hati dalam adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja menginginkan perpecahan di Indonesia.
Acara pengajian tersebut merupakan rangkaian acara pengajian bulanan yang rutin dilakukan PP Muhammadiyah. Pengajian kali ini mengangkat tema “Tentang Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa”.
Pengajian tersebut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sedangkan dari tokoh Muhamadiyah hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haidar Nasir, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin dan pengamat militer, Said Salim.[republika]
