Aksi 212 Super Damai Siapkan Tempat Bagi Peserta Non-Islam

TRANSINDONESIA.CO – Ketua Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Habib Rizieq Shihab, mengatakan pihaknya menyepakati usulan Polri untuk menggelar aksi damai 2 Desember di bilangan Monas.

GNPF-MUI pun akan melakukan persiapan terkait rencana kehadiran peserta non-Muslim yang akan ikut serta dalam aksi menuntut penahanan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama.

Pesert Aksi 212 long march dari Ciamis.[IST]
Pesert Aksi 212 long march dari Ciamis.[IST]
”Kami juga punya kewajiban mengatur peserta aksi dari luar Muslim. Karena, aksi 4 November aksi didatangi juga non-Muslim,” kata Habib Rizieq dalam jumpa pers bersama Polri terkait Aksi 2 Desember di Kantor MUI Jakarta, kemaren.

Trans Global

GNPF menilai peserta dari kalangan non-Muslim harus mendapat tempat nyaman tanpa terganggu rasa keagamaannya. Habib Rizieq mengatakan pihaknya akan mengadakan rapat tersendiri untuk membahas soal itu.

GNPF-MUI semula berkeras tetap ingin menggelar shalat jumat di jalan Sudirman-Thamrin, namun akhirnya menerima usulan Polri untuk memindahkan lokasinya ke Monas. Dengan mempertimbangkan masalah kemudahan akses, GNPF sepakat memilih Monas sebagai lokasi aksi damai 2 Desember jika semua pintu dibuka plus dibuat pintu darurat untuk medis dan logistik. ”Juga harus tersedia pokso medis, logistik, toilet, dan tempat wudhu,” katanya.[ROL]

Share