TRANSINDONESIA.CO – Polri mengindikasi adanya sejumlah rapat bermotif politik yang merencanakan gerakan untuk menduduki gedung parlemen di Senayan. Mengenai hal itu, Presiden Joko Widodo meminta TNI dan Polri untuk terus waspada.
“Itu tugasnya Polri dan TNI untuk tetap waspada pada hal-hal yang membahayakan NKRI dan demokrasi kita,” ujar Presiden di Istana Merdeka, Senin 21 Nopember 2016.
Selain itu, Presiden juga meminta aparat menindak tegas gerakan yang berusaha mengganggu ketertiban di dalam negeri. “Semuanya harus merujuk pada ketentuan-ketentuan hukum yang ada,” kata Jokowi.
Oleh karenanya, Tito menyatakan, Polri akan mengerahkan pasukan ekstra demi mengamankan jalannya aksi massa yang semula bertujuan untuk menuntut penegakan hukum dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut.[ROL]