TNI Kibarkan 1945 Bendera Di Perbatasan
TRANSINDONESIA.CO – Program pemasangan 1.945 bendera merah putih di perbatasan RI – PNG dalam rangka HUT RI ke-71 yang diprakarsai oleh Dansatgas Pamtas Yonif 122/TS Letkol Inf. Kohir telah mencapai 50 persen.
Letkol Inf. Kohir kepada Transindonesia.co Kamis (10/8/2016) menceritakan, persiapan tengah dilakukan oleh jajarannya dengan berbagai pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya. Seperti Pekerjaan pengumpulan bambu sebanyak 1945 untuk dijadikan tiang bendera dengan ukuran 3 meter.
Bendera tersebut akan disebar di sejumlah lokasi yang telah ditinjau sebelumnya. Sementara itu, bendera yang akan dipasang pada tiang tersebut saat ini sedang dalam proses pembuatan, dan jumlahnya sudah hampir mencapai seribu bendera, dan sisanya akan segera dikirim dari tempat pembuatan bendera.
![Satgas Pantas Yonif 122/TS mempersiapkan 1945 bendera untuk dikibarkan di perbatasan Papua –PNG menyambut HUT RI ke-71.[Ist]](http://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/08/Bendera-Perbatasan-PNG.jpg)
Selain bendera yang dibagikan kepada warga, Letkol Kohir menegaskan, bahwa nantinya akan ditancapkan 6 bendera merah putih dengan ukuran 3 x 2 meter di 6 patok batas negara RI – PNG secara serentak pada tanggal 17 Agustus pukul 10.00 WIT. Lokasi yang dipilih merupakan lokasi strategis, dan mudah dilihat dari berbagai penjuru, misalnya di atas bukit, jembatan dan lokasi – lokasi lainnya.
“Kami sudah tinjau lokasi, dan sudah kami cek dari berbagai penjuru, mudah – mudahan akan terlihat oleh setiap orang melintas, atau pun berada di sekitar lokasi tersebut,” ungkapnya.
Terobosan yang dilakukan oleh Letkol Kohir selaku Dansatgas perbatasan ini adalah semata – mata untuk memberikan makna kemerdekaan RI yang telah diraih 71 tahun silam. Setiap jengkal tanah NKRI harus dipertahankan; mengingat perjuangan para pendahulu kita sangat lah berat, dan pengorbanannya mulai harta sampai nyawa, tapi mereka semua tdk menikmati hasil perjuangannya.
“Kita selaku penerus perjuangan bangsa sudah sepatutnya menghormatinya dalam wujud yang lain, namun nilainya sama dengan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa,” ucap Letkol Kohir.[Bay]