Tata ruang baru setelah Kalijodo digusur.[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Arteria Dahlan meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghentikan penggusuran permukiman warga. Menurutnya, penggusuran yang dilakukan Ahok selama ini selalu berujung ricuh.
“Saran saya Pak Ahok harus lebih bijaksana, kejadian penggusuran demi penggusuran yang selalu berujung ricuh ini harus dihentikan, jangan sampai terulang,” kata Arteria di kompleks parlemen Senayan, Rabu (13/7/2017).
Menurut anggota Komisi II DPR RI ini, rakyat Jakarta bukan diam selama penggusuran. Mereka lebih terlihat mencari dan menunggu momentum untuk melakukan perlawanan. Kondisi itu dinilai justru sangat berbahaya.
![Kalijodo bersih dari gusuran.[Ist]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/03/kalijodo-bersih.jpg)
Menurut Arteria, berbicara pengusuran bukan sekadar menyoal hukum semata yang memandang benar dan salah, hak dan tidak berhak. Bicara soal penggusuran adalah bicara tentang hidup dan kehidupan. Jadi, tidak bisa jadi konsumsi kebijakan dan sosialisasi tahunan.
“Seyogyanya kita sosialisasikan untuk 5 atau 10 tahun ke depan, jadi mereka (warga) prepare, dan kalau masih mangkal juga ya apa boleh buat, tapi kalau ini kan lain, dengan seketika orang disuruh pindah dari hidup dan kehidupannya,” ujar dia.
Terlebih, imbuh dia, kompensasi dari penggusuran warga di Bukit Duri adalah rusunawa di Rawabebek yang lokasinya sangat jauh dari tempat semula, budayanya pun berbeda.[Rol/Dod]




