Kepadatan di jalan Tol Cikampek.[Dok]
TRANSINDONESIA.CO – Petugas Jasa Marga Jakarta-Cikampek Cabang Bekasi, Jawa Barat, mencatat untuk shift pertama pada Kamis pukul 06.00-14.000 WIB arus lalulintas naik 22 persen dengan jumlah 40.153 kendaraan melintas di jalur itu dibanding kondisi normal 33.000 kendaraan.
“Sedangkan dari Cikarang Utama menuju Jakarta, lalulintas terlihat lengang, malah terjadi penurunan jumlah kendaraan dari normal 28.000 menjadi 26.349 kendaraan beroda empat maupun lebih,” kata Humas Jasa Marga Jakarta-Cikampek Cabang Bekasi, Iwan Aprianto di Bekasi, Kamis (30/6/2016).
Kenaikan jumlah pemudik pada H-6 ini untuk shift pertama 101.316 kendaraan atau 32 persen. Sedangkan untuk hari Rabu (29/6) hanya 23 persen di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dihitung dari shift satu hingga tiga.
![Kepadatan di jalan Tol Cikampek.[Dok]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2014/04/cikampek-macet.jpg)
Guna mengurai kemacetan di Gardu tol Cikarang Utama maka dilakukan jemput bola yang dilakukan oleh petugas jemput kendaraan (JKR). Hal ini karena pengemudi kendaraan tidak menggunakan loket Gardu Tol Otomatis (GTO). Karena itu pengguna tol diharapkan menggunakan GTO yang sudah disediakan oleh Jasa Marga.
Kepada pengguna ruas jalan tol untuk menggunakan e-tol card dengan saldo minimal Rp200 Ribu agar tidak terjadi kemacetan panjang di loket pembayaran tunai. Selain itu, agar pengguna jalan di ruas tol untuk mengisi bahan bakar kendaraan secukupnya guna mengantisipasi kemacetan yang sering terjadi di tempat istirahatan.
Diimbau pengemudi kendaran tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat istirahat sementara. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kemacetan karena sering pengguna jalan memarkir kendaraannya di uas itu. Bila masih ada pengemudi yang melakukannya akan ditarik paksa menggunakan mobil derek.[Ant/Idh]






