Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Salah satu test case dari pemimpin adalah uji nyali dan test keberanian berani. Pemimpin dalam menerapkan kepemimpinanya memag harus berani, karena akan menghadapi mafia-mafia yang luar biasa banyak dan kuat.
Untuk uji nyali itu pemimpin haru berani: 1.Memperbaiki,mencegah penyimpangan, meningkatkan kualitas, membangun system-sistem elektronik, 2.Tidak hanyut atau luntur dengan kelompok mapan dan nyaman, 3.Diintervensi , 4.Beradu agumentasi bahkan berdebat untuk kebenaran, 5.Keluar dari system-sistem yang dibangun dengan system-sistem KKN, 6.Dicopot atau dipindahkan karena membela kebaikan dan kebenaran.
Pemimpin yang tidak berani, akan hanyut bagai ikan mati yang terus saja mengalir sebagai safety player, bahkan akan didekte dan dijadikan kacung oleh para mafia. Pemimpin dalam menerapkan kepemimpinanya merupakan bagian uji nyali, berani atau tidak menengakan keadilan, kebenaran, kejujuran dan kemanusiaan.

Tatkala berani pasti akan berkelahi dan dihujat bahkan difitnah opleh kelompok-kelompok mapan dan nyaman yang menjadi bagian mafia.
Tatkala takut-takut maka akan dilibas dan dijadikan kacung bahkan budaknya untuk menjadi simbol dan jidatnya akan ditandai serta dicocok hidungnya bagai kerbau. Pemimpin takut dan seakan hilang nyali?
Itu semua karena: 1.Tidak berkompetensi, 2.Produk hutang budi, 3.Modal belum kembali, 4.Mental babu, 5.Orientasi uang dan kekuasaan, 6.Tidak berkarakter, saat tidak menjabat seakan sekarat dan mati suri.
Nyali pemimpin mmg diperlukan namun semua tidak turun dari langit, tentu perlu solidaritas sosial yang akan membelanya secara sukarela.
Sayangnya orang- orang kebanyakanpun bernyali babu juga sehingga bagi yang fighter akan sulit berjuang diantara para penakut dan pengecut.
Pemimpin bernyali karena: 1.Memiliki kompetensi, 2.Punya mimpi atau visi yang akan diwujudkan, 3.Fighter yang menjadi pelopor bukan pengekor, 4.Berkarakter (karena prestasinya bukan produk KKN bukan karena NKK), 5.Berkeyakinan tinggi atas kebenaran yang diperjuangkan.kalau mau berani jangan ragu, kalau penakut dan pengecut jangan memimpin karena akan buat susah banyak orang.[CDL-27022016]
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







