Donald Trump: Kritisi Penjungkalan Saddam dan Gaddafi

Bakal calon (balon) Presiden Amerika Serikat dari Republikan, Donald Trump.
Bakal calon (balon) Presiden Amerika Serikat dari Republikan, Donald Trump.

TRANSINDONESIA.CO – Bakal calon (balon) Presiden Amerika Serikat dari Republikan, Donald Trump, mengkritisi keterlibatan Amerika Serikat di Irak dan Libya dan menjungkalkan Saddam Hussein dan Muammar Gaddafi.

Trump menganggap, seandainya kedua pemimpin itu masih berkuasa, Timur Tengah akan lebih aman dibandingkan saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat diwawancarai oleh Chuck Todd di NBC, seperti dikutip Reuters, Minggu (4/10/2015).

Trump pun melakukan perbandingan dengan apa yang sedang terjadi di Suriah. Amerika Serikat memang disebut-sebut ingin menjungkalkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dari tampuk kekuasaannya. “Coba lihat di Libya, lihat apa yang kita lakukan di sana, itu kekacauan,” katanya. “Bila Anda lihat Saddam Hussein dengan Irak, lihat apa yang kita lakukan di sana, itu kekacauan. Itu (Suriah) juga akan sama saja.”

Saat Todd bertanya apakah Timur Tengah akan lebih aman dengan Gaddafi dan Saddam, Trump menjawab dengan pasti. “Tentu saja akan seperti itu.”

Sikap Trump terhadap Assad memang agak berbeda dengan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu Trump menyatakan dukungannya terhadap Rusia yang memerangi kaum militan ISIS, meski Rusia disokong oleh Assad. Pada pekan lalu dia berkata, Suriah akan dipimpin oleh seseorang yang lebih buruk jika Assad dijungkalkan dari kekuasaannya.

Sedangkan pemerintahan Barack Obama menentang ISIS dan Assad. Presiden Suriah dipersalahkan atas serangan terhadap warga sipil, yang melahirkan kaum oposisi yang radikal.(Fen)

Share