
TRANSINDONESIA.CO – Wiharso Lumbanbatu alias Alex Marbun, 20 tahun, tersangka pelaku yang menganiaya seorang ibu, Nesih Fufilawati, hingga tewas, pada 25 Agustus lalu, berhasil ditangkap petugas unit Reskrim Polsek Jati Asih.
Kapolsek Jati Asih, Kompol Aslan Sulastomo mengatakan, tersangka ditangkap di wilayah Semper, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Tersangka pelaku, berhasil kami amankan di Semper, Jakarta Utara, tanpa perlawanan, ” ujar Aslan, Rabu (2/9/2015).
Menurut Aslan, pihaknya sudah memeriksa dan tersangka mengakui dan sesuai dengan keterangan saksi.
Dari pengakuan tersangka, Nesih Fufilawati, korban, sebelumnya ditagih utang, namun bukan uang yang diberi tetapi dia disiram air dingin, membuat tersangka emosi.
“Saya pegang leher korban, karena dia menarik kerah saya,” kata Alex Marbun kepada petugas, sambil mengatakan korban jatuh dan kepalanya terbentur aspal.
Usai melakukan aksinya tersangka kabur bersama seorang rekannya yang memang ingin menagih utang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nesih Fufilawati, 38 tahun, ibu tiga anak tewas pada Minggu (30/8/2015), dia dianiaya rentenir akibat belum bisa melunasi utangnya pada Selasa (25/8/2015) lalu.
Kejadian berawal saat Nesih di dekat rumahnya Kampung Kebantenan, RT 05/10, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
“Korban ditagih, namun tidak mau membayar,” kata Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo.
Saat itu AM menagih utang sebesar Rp300 ribu ke Nesih. Lantaran tak memegang uang, Nesih minta waktu hingga pada Selasa (1/9/2015) ini. Namun AM tetap saja terus menagih utang sembari melontarkan kata-kata kasar.
Nesih pun tidak terima dan meluapkan emosinya dengan menyiramkan air minuman ke AM, sehingga terjadi perkelahian.(Min)