Angkat Sutiyoso Jadi Kepala BIN, Jokowi Lukai Rakyat

Sutiyoso
Sutiyoso

TRANSINDONESIA.CO – Polemik diusulkannya Sutiyoso sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ternyata masih berlanjut hingga kini. Gelombang penolakan pun semakin ramai, salah satunya dari Badan Relawan Nusantara yang kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap sebagai dalang penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon kepala BIN.

“Penetapan Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN tidak mencerminkan adanya niat baik serta sangat melukai perasaan rakyat dan negara,” ujar Ketua BRN, Edysa Tarigan di Hotel Mega Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2015).

Edysa menjelaskan, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan Sutiyoso saat menjabat sebagai Pangdam Jaya di mana saat itu peristiwa kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) terjadi. Peristiwa penyerangan Kantor Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro tahun 1996 silam, Sutiyoso harus bertanggung jawab terhadap kasus penyerangan ini.

Trans Global

Minahasa jadi Kabupaten Cabai

Usai Sparring Petinju Australia Tewas

“Keterlibatannya terbukti dalam beberapa kesaksian di mana adanya pertemuan dan pengerahan massa untuk menyerbu kantor pusat PDI saat itu,” terangnya.

Tak hanya itu, rekam jejak pria yang kerap disapa Bang Yos itu sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai saat ini juga tidak membuktikan bebas dari tuduhan penyalahgunaan negara. Posisi Sutiyoso sebagai ketua dari partai peserta Pemilu 2014 lalu juga menunjukkan adanya politik bagi-bagi kekuasaan yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi.

“Selamatkan BIN dari kepentingan politik maupun kelompok. Tolak Sutiyoso sebagai kepala BIN,” pungkasnya.(okz/dod)

Share