TRANSINDONESIA.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengingatkan warga untuk mewaspadai angin kencang diprakiraan 35 KM/jam di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, dalam beberapa hari mendatang.
“Angin kencang dengan kecepatan 35 KM/jam mempengaruhi tinggi gelombang di wilayah perairan MBD bervariasiantara 3 meter – 5 meter,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon George Mahubessy, dikonfirmasi, Minggu (8/6/2014).
Karena itu, masyarakat di Kabupaten yang secara geografis berbatasan dengan Timor Leste itu agar mematuhi peringatan dini tersebut.
BMKG Stasiun Pattimura Ambon juga telah meneruskan peringatan dini tersebut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota.
Peringatan dini ini terkait kecepatan angin kurang dari 30 KM/jam berpeluang terjadi di Maluku Tenggara Barat, Buru Selatan, Buru, Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kepulauan Aru.
Sedangkan tinggi gelombang di wilayah tersebut berkisar 2 meter – 3 meter.
Kondisi cuaca umumnya berawan dan hujan dengan intensitas ringan terjadi hampir merata di Maluku.
Karena itu, para penyedia maupun pengguna jasa transportasi, baik laut maupun udara, perlu mematuhi peringatan dini tersebut.
“Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrem, ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut,” ujarnya.
George juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahaan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memerhatikan perubahan cuaca secara ekstrem sehingga tidak memaksakan diri berlayar.
Dalam kondisi cuaca ekstrem, maka Administrator Pelabuhan (Adpel) Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.
Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat atau kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan.(ant/kum)







