Ilustrasi Dark AI. Foto: AI
TRANSINDONESIA.co | Dark AI adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk tujuan jahat, seperti serangan siber dan pencurian data.
Berbeda dengan AI tradisional yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, Dark AI dirancang untuk merusak dan menghindari deteksi.
Ciri-ciri Dark AI:
– Otomatisasi serangan: Dark AI dapat mengotomatisasi serangan siber, membuatnya lebih cepat dan efektif.
– Adaptasi: Dark AI dapat beradaptasi dengan sistem keamanan dan menghindari deteksi.
– Skalabilitas: Dark AI dapat digunakan untuk melakukan serangan besar-besaran dan menghancurkan sistem secara luas.
– Kecanggihan: Dark AI dapat membuat serangan yang lebih canggih dan sulit dideteksi.
Contoh penggunaan Dark AI:
– Phishing: Dark AI dapat digunakan untuk membuat email phishing yang lebih meyakinkan dan sulit dideteksi.
– Malware: Dark AI dapat digunakan untuk membuat malware yang dapat beradaptasi dan menghindari deteksi.
– Ransomware: Dark AI dapat digunakan untuk membuat ransomware yang dapat mengenkripsi file dan meminta tebusan.
Cara melawan Dark AI:
– Menggunakan AI untuk deteksi ancaman: Menggunakan AI untuk mendeteksi ancaman dan mengidentifikasi pola serangan.
– Menggunakan sistem keamanan yang adaptif: Menggunakan sistem keamanan yang dapat beradaptasi dengan serangan baru dan tidak dikenal.
– Melakukan pelatihan dan pengujian: Melakukan pelatihan dan pengujian untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap serangan Dark AI.
Sumber: AI
