Pimpinan Yayasan dan Ponpes Almarhamah Khairu Ummah, Ustadz H. Subchansyah, menyampaikan Liqo rutin pada Sabtu malam (19/7/2025). Transindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.co | Seorang Muslim, tidak lepas dari ujian dan cobaan datang silih berganti dengan berbagai tantangan dan kesulitan dalam hidup. Kadang kehidupan mewah yang diberikan Allah SWT pada seseorang tak mampu menjalankannya pada jalan yang diridhoi-Nya.
Sering kali kita lupa bahwa apa yang kita raih dan miliki adalah atas rezeki yang diberikanNya, justru kita lalai dengan kehidupan bermewah-mewah. Begitupun kesulitan yang hadir dalam kehidupan seorang muslim, harus ingat bahwa Allah SWT selalu ada untuk kita, dan memiliki rencana yang indah untuk kita.
Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq: 2-3).
Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik bagi kita umatnya, dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beliau adalah seorang pemimpin yang bijaksana, adil, dan penyayang.
Kesederhanaan Nabi Muhammad SAW adalah beliau tidur beralas tikar, bukan karena tidak memiliki kemampuan untuk memiliki tempat tidur yang nyaman, melainkan karena beliau ingin menunjukkan kesederhanaan dan kehati-hatian dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beliau ingin menunjukkan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan utama, melainkan hanya sebagai sarana untuk mencapai kehidupan akhirat.
Allah memberi kehidupan pada kita di dunia ini tak lain untuk beribadah kepadaNya, dan mencapai ridho-Nya. Kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan taqwa, serta beramal saleh untuk mendapatkan balasan yang baik di akhirat.
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Taqwa adalah keselamatan bagi seorang muslim tidak hanya bergantung pada usaha kita sendiri, tetapi juga pada rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
Meningkatkan takwa kepada Allah SWT adalah kunci utama keselamatan. Dengan memiliki takwa yang kuat, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih sabar dan tabah. Selain itu, berdoa kepada Allah SWT dan berusaha untuk mencapai tujuan. Kita harus yakin bahwa Allah SWT akan menjawab doa-doa kita dan memberikan kita kekuatan.
Kehidupan Setelah Kematian
Sebagaimana kita hidup di dunia, tiada yang abadi karena kita akan kembali kepada Allah dan dihidupkan kembali pada kehidupan yang sebenarnya atau kekal dan abadi di akhirat.
Allah SWT telah menyediakan dua tempat dalam kebangkitan setelah kematian yakni, surga dan neraka. Dua tempat yang berbeda yang akan menjadi tempat tinggal kita di akhirat. Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan, sedangkan neraka adalah tempat yang penuh dengan penderitaan dan kesengsaraan.
Di sana, kita akan diadili berdasarkan amal perbuatan kita di dunia. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan balasan yang baik, sedangkan orang-orang yang kafir dan berbuat dosa akan mendapatkan balasan yang buruk.
Karena itu, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari kehidupan yang kekal dan abadi. Setelah kematian, kita akan menghadapi kehidupan yang tidak akan pernah berakhir, yaitu kehidupan di akhirat.
Kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Di sana, kita akan diadili berdasarkan amal perbuatan kita di dunia. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan balasan yang baik, yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan.
“Dan tiap-tiap umat Kami datangkan saksi-saksi dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka semua. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl: 89).
Sedangkan orang-orang yang kafir dan berbuat dosa akan mendapatkan balasan yang buruk, yaitu neraka yang penuh dengan penderitaan dan kesengsaraan.
“Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 39).
Surga dan neraka adalah dua tempat yang berbeda yang akan menjadi tempat tinggal kita di akhirat. Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan, sedangkan neraka adalah tempat yang penuh dengan penderitaan dan kesengsaraan.
Penyesalan dan keselamatan seorang Muslim tidak hanya bergantung pada usaha kita sendiri, tetapi juga pada rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
Dan pentingnya bagi bagi kehidupan kita menghadirkan Allah pada diri kita kapan dan dimana pun, dengan meningkatkan iman dan taqwa, berdoa dan beristighfar, serta bertawakal kepada Allah SWT, kita dapat mencapai keselamatan dalam hidup kita.
Risalah Kajian Rutin Kitab Syarah Kitab Riyadhus Shalihin, Sabtu Malam Ahad.
Ustadz H. Subachansyah, ST, MT. (Pimpinan Yayasan dan Ponpes Almarhamah Khairu Ummah Kota Bekasi).
