Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan. Transindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.co |Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan kurang setuju dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri, dari sebelumnya 36 siswa menjadi 50 siswa perkelas yang diberlakukan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar.
“Lebih baik membangun ruang kelas baru (RKB) dengan maksimal rombongan belajarnya 36 sampai 37 perkelasnya, atau membangun unit sekolah baru (USB),” tegas Iwan Suryawan, dikutip dalam keterangannya, Ahad (20/7/2025).
Dikatakannya, solusi tersebut lebih baik untuk mengurangi kepadatan karena tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri, dan solusi terbaik untuk mencegah anak putus sekolah.
Sedangkan penambahan Rombel dari 36 menjadi 50 siswa pun dinilai akan mengganggu efektivitas proses belajar mengajar siswa. Selain itu penambahan rombel tersebut akan mempengaruhi sekolah swasta yang ada di Jawa Barat.
“Iya memang akan berpengaruh terhadap eksistensi sekolah swasta. Mereka (sekolah swasta) pastinya hanya akan menerima limpahan murid dari yang tidak diterima di sekolah negeri dengan jumlah yang sedikit. Sekolah swasta kan sangat berharap dapat limpahan murid dari yang tidak bisa masuk sekolah negeri,” jelasnya.
Pihaknya juga menyarankan sebagai alternatif solusi, sebaiknya Pemerintah Daerah Provinsi Jabar menyiapkan beasiswa pendidikan bagi siswa atau siswi yang kurang mampu dan tidak diterima di sekolah negeri sehingga ada win-win solution dari masalah ini.
Perlu diketahui, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat Nomor: 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Barat. Sejauh ini terdapat sekitar 400 ribuan lulusan SMP yang belum tertampung di SMA/SMK Negeri. [nal]
