Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan saat menerima audiensi Aliansi Pergerakan Islam atau API Jawa Barat menolak Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 455/-Kep.-306-Dinkes/2025 tentang Perubahan Nama Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Welas Asih, di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (9/7/2025). Transindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.co | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat akan segera menyampaikan aspirasi atau tuntutan Aliansi Pergerakan Islam atau API Jawa Barat kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait penolakan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 455/-Kep.-306-Dinkes/2025 tentang Perubahan Nama Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Welas Asih yang telah ditandatangani pada 19 Juni 2025 segera dicabut.
“Aspirasi tersebut akan segera disampaikan DPRD Jawa Barat kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk segera ditindaklanjuti,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan saat menerima audiensi API Jawa Barat,di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (9/7/2025).
Terkait aksi demonstrasi yang rencananya akan dilakukan API Jawa Barat. Menurut Iwan Suryawan pihaknya menganjurkan untuk tidak dilakukan, karena lebih baik menggunakan pendekatan persuasif, lebih nyaman dan lebih kekeluargaan. Jadi tidak harus turun di jalan karena ini penting untuk membangun suasana yang lebih kondusif.
“Walaupun ya mereka punya keinginan masing-masing. Tapi kami (DPRD Jawa Barat) termasuk Komisi V DPRD Jawa Barat yang diwakili oleh Ibu Siti Muntamah juga menyampaikan lebih baik pendekatannya yang persuasif saja,” kata dia.
Sementara itu Ketua API Jawa Barat Asep Saepudin mengatakan, kebijakan perubahan nama tersebut RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih dianggap kurang relevan di mana nama Al Ihsan memiliki makna yang sangat mendalam di ajaran Islam, yakni mencerminkan nilai-nilai kebaikan, dan kasih sayang dibandingkan RSUD Welas Asih.
“Dari landasan filosofi, berdasarkan ayat Al-Quran, dan hadis, Ihsan itu adalah merupakan tingkatan tertinggi dalam beragama. Nah ada Iman, ada Islam, ada Ihsan. Oleh karena itu ketika diganti, ini bentuk maksud tujuannya apa? Apalagi diganti dengan di luar bahasa Arab, di luar bahasa Al-Quran dan hadis yang kemudian menjadi Welas Asih. Hal tersebut tidak sepadan dengan nama Al Ihsan yang memiliki arti yang bagus.” kata Asep Saepudin.
Selain itu, nama Al Ihsan sudah melekat di hati masyarakat dan memiliki pengaruh positif tidak hanya bagi umat Islam, namun juga bagi semua lapisan masyarakat yang datang untuk berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Dalam forum audiensi, Asep Saepudin juga mengonfirmasi kepada DPRD Jawa Barat terkait beredarnya surat edaran perubahan nama yang dianggap belum melalui proses komunikasi publik yang menyeluruh. Ia berharap surat edaran tersebut dapat dibatalkan guna menjaga nilai-nilai yang sudah terbangun selama ini. [nal]
