Menteri Pertanian Jepang Koizumi Shinjiro. Transindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.co | Menteri Pertanian Jepang Koizumi Shinjiro berjanji menawarkan harga beras yang jauh lebih murah dibandingkan harga saat ini.
Strategi pemerintah ini bertujuan membendung arus konsumen yang mencari merek-merek asing yang lebih murah.
Harga beras dilaporkan melonjak, sebagian disebabkan oleh kerusakan tanaman akibat cuaca panas ekstrem dan tambahan permintaan dari booming pariwisata.
“Lonjakan harga yang tidak normal yang kita lihat sekarang ini dapat mempercepat pergeseran dari beras yang diproduksi di dalam negeri di Jepang. Kita sudah melihat supermarket membeli langsung dari Amerika Serikat (AS) meskipun harus membayar tarif. Kita harus menghentikan situasi yang tidak normal ini secepatnya,” ujar Koizumi, dilansir Reuters, Jumat, 23 Mei.
Diketahui sejak lama, Jepang enggan untuk mendorong impor beras. Negeri Sakura ini lebih mengupayakan swasembada untuk makanan pokoknya dan memasang tarif tinggi guna melindungi para petani lokal dari persaingan.
Koizumi menargetkan agar beras yang ditimbun dapat dijual di toko-toko dengan harga di bawah ¥3.000 (US$ 21) per 5 kg pada awal Juni.
Harga ini lebih murah dibandingkan rerata harga ¥4.268 dalam tujuh hari hingga 11 Mei, atau dua kali lipat dari periode yang sama setahun sebelumnya. [sfn
