Bus haji ramah lansia untuk layani jemaah berkebutuhan khusus memperlancar rangkaian ibadah haji 2025. Transindonesia.co / Istimewa
TRANSINDONESIA.co | Memasuki hari ke 12 pemberangkatan jemaah haji yang dimulai 2 Mei 2025, Kementerian Agama mendata sebanyak 77.772 jemaah haji (16.849 jemaah lansia) dari 200 kelompok terbang telah diberangkatkan. Jumlah jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan mencapai 38,25 persen dari total jemaah haji reguler 203.320 jemaah yang akan diberangkat menunaikan ibadah haji 2025.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Senin, 12 Mei 2025 pukul 14.12 WIB, jemaah haji Indonesia yang wafat delapan orang, lima jemaah laki-laki dan tiga jemaah perempuan.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Kemenag, Muchlis M Hanafi mengungkapkan jemaah haji yang telah tiba di Madinah, kini memasuki tahap pemberangkatan ke Kota Mekah.
Dalam memobilisasi jemaah haji Indonesia antarkota, Madinah ke Mekah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan bus khusus.
“Perjalanan Madinah ke Mekah cukup jauh, sekitar lima jam. Untuk kenyamanan jemaah, kita siapkan bus dengan spesifikasi khusus,” ujar Muchlis saat menyambut kedatangan jemaah di Mekah pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Muchlis menegaskan bus yang melayani jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Mekah, berasal dari 12 perusahaan bus di Arab Saudi, dengan spesifikasi, berusia maksimal lima tahun (operasional), dilengkapi AC yang berfungsi dengan baik, tombol manual darurat pembuka pintu, global positioning system (GPS) yang dapat diakses PPIH.
“Bus dilengkapi kotak kesehatan dan obat-obatan, toilet, cooler boxes, dan air minum 330 ml per jemaah. Bus standby di depan hotel paling lambat satu jam sebelum keberangkatan jemaah dalam kondisi bersih dan siap jalan,” imbuh Muchlis.
PPIH menegaskan bahwa layanan ini sudah termasuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), dan mengingatkan jemaah tidak memberikan tips.
32 Bus Ramah Lansia dan Disabilitas
Mendukung kelancaraan para jemaah haji 2025 Indonesia melaksanakan rangkaian ibadah haji, PPIH Arab Saudi menyediakan 32 bus yang ramah jemaah lansia dan penyandang disabilitas (bus Shalawat).
Bus Shalawat, layanan transportasi yang disiapkan bagi jemaah haji selama di Mekah. Bus ini mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram, pergi dan pulang, yang beroperasi selama 24 jam.
“Di Mekah, kita siapkan bus Shalawat yang akan beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Muchlis M Hanafi di Mekah, Minggu 11 Mei 2025.
Dia menegaskan, Kementerian Agama menyiapkan layanan bus inklusi (bus Shalawat) yang ramah dengan jemaah lansia dan berkebutuhan khusus. Setidaknya ada 32 bus Shalawat dengan spesifikasi ramah bagi pengguna kursi roda, penyandang disabilitas, dan jemaah berkebutuhan khusus lainnya.
Bus ini didesain khusus dengan low deck yang bisa dilewati kursi roda. Pada bagian dalam juga disiapkan space khusus untuk menyimpan kursi roda.
“Seluruh armada telah dipasang GPS dan CCTV yang dapat diakses oleh petugas,” tegas Muchlis.
Jemaah haji Indonesia yang tinggal di wilayah Syisah dan Raudhah akan menggunakan terminal Syib Amir. Jemaah yang tinggal di wilayah Jarwal akan menggunakan terminal Jabal Ka’bah. Untuk jemaah yang tinggal di wilayah Misfalah akan menggunakan terminal Ajyad.
Dalam penyediaan bus Shalawat, PPIH bekerjasama dengan lima perusahaan bus dari perusahaan Abu Sarhad, Dallah, Durrat Al Munawwara, Mawakeb Al Khair, dan Rawahel Al Mashaer. [sfn]
