Gua Sentono di Dusun Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Transindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.co | Situs Gua Sentono secara administratif terletak di Dusun Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Gua ini diperkirakan sebagai situs peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan berdasarkan pahatannya sangat jelas berlatarbelakang agama Hindu. Para ahli sejarah pun menduga pada zaman dulu lokasi ini digunakan untuk pemujaan bagi Dewa Siwa.
Dalam portal Direktori Kebudayaan Kabupaten Sleman, tercatat berdasarkan penggalian yang pernah dilakukan atau tes spit Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY halaman depan gua menunjukkan sebagian besar tanah di sekitar gua merupakan tanah uruk. Pada saat dilakukan penelitian, di situs ini pernah ditemukan pecahan bata merah yang ukurannya sama dengan bata-bata di Candi Abang, yang berdiri sekitar 400 meter dari lokasi gua.
Temuan itu memunculkan dugaan bahwa Gua Sentono sezaman dengan Candi Abang, yakni pada sekitar abad ke-9 atau abad ke-10. Gua Sentono terdiri dari tiga buah ceruk yang dipahat pada dinding cadas dan menghadap ke arah barat daya. Ketiga ceruk tersebut berada didalam satu garis berjajar dalam garis yang sama, masing-masing ceruk memiliki karakteristik unik.
Ceruk pertama memiliki ukuran panjang atau kedalaman 300 cm, lebar 127 cm, dan tinggi 146 cm. Di dalam ceruk pertama terdapat lingga dan yoni yang dipahatkan menyatu dengan lantai gua atau monolith. Pada dinding sebelah utara, terdapat relief menggambarkan Durga Mahisasuramardhini dan Mahakala. Sedangkan dinding sebelah selatan dihiasi relief Agastya dan Nandiswara. Namun sayangnya relief-relief tersebut rusak pada bagian wajah dan tangan.
Ceruk kedua yang berada di tengah memiliki kedalaman 50 cm, lebar 117 cm, dan tinggi 125 cm. Pada dinding ceruk kedua terdapat relief yang menggambarkan arca, arca yang di tengah dalam posisi duduk di atas lapik segiempat dengan sikap dharmacakramudra dan dua arca yang berada di sisi kanan kirinya berdiri dengan sikap tribangga.
Sedangkan ceruk ketiga memiliki kedalaman 180 cm, lebar 159 cm, dan tinggi 155 cm. Ceruk ketiga memiliki relief yang belum selesai, kemungkinan menggambarkan seekor kura-kura, serta lubang berbentuk segiempat di tengah lantai gua. [nag]
