Oleh: Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Chrysnanda Dwilaksana.
TRANSINDONESIA.co | Forum Art policing sebagai ruang dialog untum mengimplementasikan pemolisian yang humanis dalam mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial maupun pembangunan peradaban dengan pendekatan seni, budaya dan pariwisata.
Bahasannya antara lain :
1.Social engineering untuk membangun lingkungan hidup yang asri, bersih, berbunga, menjadi ikon keindahan, kenyamanan, keamanan dan selalu ngangeni yang mendukung pariwisata
2.Bagaimana menanamkan: kecintaan dan kebanggaan akan lingkungannya, seni budayanya bahkan bangsa dan negaranya.
2.Bagaimana membangun kesadaran untuk mengemas, memberdayakan, memaknai hingga memarketingkan sumber daya yang ada semua dapat dari alam, heritage, seni budaya, kuliner, tradisi, religi, komuniti hingga teknologinya
4.Bagaimana menanamkan kepekaan, kepedulian, pemikiran visioner yqng holistik dan sistemik yang proaktif dan problem solving
5.Membangun karakter bangsa, mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, membangun patriotisme, menata keteraturan sosial, perawatan akan kebhinekaan dan tentu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
6.Bagimana menerapkan anti premanisme dan anti anarkisme.
7.Bagaimana membangun keteraturan sosial dalam suatu harmoni atas hidup dan kehidupan. Dari alam saja dapat menata dan merawat lingkungan ini tentu hingga ke sistem sistem ekologinya. Dari seni budayanya dari sastra rupa tari pertunjukan musik dll dapat menjadi kekuatan sosial untuk menjembatani atas kebuntuan atau kepenatan atas hidup dan kehidupan. Heritage dari para leluhur sangat beragam yg menunjukkan peradaban tinggi bangsa.
8.Bagaimana membangun pola hidup dan kehidupan masyarakat dalam keberagaman yang multikultural.
9.Bagimana membuat program pemolisian dalam bingkai seni budaya dan pariwisata
10.Bagaimana mengimplementasikan manajerial dan operasional dalam konteks seni budaya dan pariwisata sehingga mampu menjadi ikon atau simbol keunggulan. (CDL)
