Atlet voli Putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi. (Dok. KOVO)
TRANSINDONESIA.co | Selain destinasi wisata alam, Bupati Muhammad Fawait ingin membangun sektor wisata olahraga di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Terilhami capaian prestasi atlet di Jember.
Sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas Fawait. “Bukan cuma wisata alam. Tapi nanti juga ada wisata olahraga,” katanya, usai menjamu Megawati Hangestri Pertiwi, atlet bola voli internasional asal Jember, di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (15/4/2025).
Fawait memerintahkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan olahraga yang bisa mengundang wisatawan. Selain itu, akan ada pembentukan forum beranggotakan anak-anak Jember dari beragam cabang olahraga apa saja untuk berproses bersama-sama.
“Apalagi kita punya Mbak Mega. Mudah-mudahan beliau berkenan (membimbing),” kata Fawait.
Prestasi Megawati selama ini berhasil mengharumkan nama Jember. “Saya apresiasi dan berterima kasih kepada Mbak Mega,” kata Fawait.
Selain berhasil mengantarkan klub Red Sparks menjadi runner-up Liga Voli Putri Korea 2024-25, perempuan yang dijuluki ‘Megatron’ ini menjadi top-scorer atau pencetak poin terbanyak.
Tak hanya berjaya di Liga Korea, Megawati mencatatkan sejumlah prestasi. Dia memperkuat tim nasional voli Indonesia saat masih berusia 18 tahun pada SEA Games 2017. Sejak saat itu, dia telah ikut serta mempersembahkan dua medali perak dan satu perunggu SEA Games.
Dalam kompetisi bola voli domestik, Mega menjadi motor Surabaya Bank Jatim menjadi juara Kiga Voli Divisi Utama 2022 sekaligus menjadi Most Valuable Player. Tahun 2022 juga dia dinobatkan menjadi Best Opposite ASEAN Grand Prix sekaligus mengantarkan Indonesia meraih medali perunggu.
“Kami sempat berdiskusi bersama dengan semua jajaran. Ke depan kami ingin Mbak Mega bisa menularkan ilmu dan pengalaman kepada adik-adiknya di Kabupaten Jember. Siapa tahu ada Mega-Mega lain di generasi berikutnya di bidang masing-masing,” kata Fawait.
Fawait menyebut keberhasilan Megawati tak lepas dari doa sang ibu, Siti Muhanah. Dia menyebut ibu adalah ‘jimat’ Megawati.
“Beliau juga baru purna sebagai pengabdi negara. Beliau guru di salah satu sekolah di Kabupaten Jember,” katanya.
Sumber: beritajatim.com
