TRANSINDONESIA.co | Patut disyukuri bersama, Presiden RI Prabowo Subianto yang baru memerintah telah memberi perhatian kesejahteraan kepada “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” dengan menaikkan tunjangan dan gaji para guru non-ASN dan guru ASN.
Hal ini tidak semata-mata untuk kesejahteraan sang para guru, tetapi juga pemberi semangat tinggi untuk mencetak generasi emas.
Pemerintah tentu saja berharap kenaikan tunjangan dan gaji bagi guru non-ASN dan ASN menjadi cambuk bagi para guru untuk terus membina generasi emas.
Dalam reses reses yang dilakukan, kerab disampaikan edukasi edukasi agar para guru terus konsisten dan fokus dalam kegiatan belajar mengajar.
Walau tak dipungkiri, masih terjadinya persoalan persolanan di lingkungan sekolah, seperti dialami guru honorer Supriyani di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, akhirnya guru Supriyani di vonis bebas oleh hakim.
Khususnya, para guru yang tergabung pada Gerakan Literasi Nasional/GLN Provinsi Jawa Barat, dapat terus mendongkrak literasi anak bangsa.
Sehingga literasi Jawa Barat menjadi contoh di tanah air bahkan di dunia internasional.
Kenaikan tunjangan dan gaji bagi guru non-ASN dan ASN, ditambah lagi Program Makan Gratis Bergizi di setiap sekolah, diharapkan menjadi penyejuk dan penyemangat untuk terus menggaungkan literasi.
GLN akan terus menggelar Festival Literasi Nusantara, bahkan mendorong digelarnya Festival Literasi Internasional. Sehingga Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang melaksanakan literasi internasional di Indonesia.
Sebagaimana pada Puncak Hari Guru Nasional 2024, di Jakarta International Velodrome Rawamangun, Kamis 28 Nopember 2024, Presiden RI Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada guru yang sangat begitu terharu hingga orang nomor 1 di Indonesia ini menitikkan air mata.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengumumkan kenaikan gaji guru non-ASN dan guru ASN pada tahun 2025, disambut gembira pada guru. Presiden mengatakan apa yang diumumkan Pemerintah belum sesuai dengan keperluan para guru.
Kenaikan gaji ini seiring dengan naiknya anggaran kesejahteraan guru menjadi Rp81,6 triliun pada APBN tahun 2025. Angka tersebut naik sebesar Rp16,7 triliun atau 25,7 persen dibandingkan dengan anggaran tahun 2024.
Sedangkan untuk tunjangan guru honorer ditetapkan sebesar Rp2 juta per bulan. Presiden memastikan kenaikan gaji ASN ditetapkan sebesar satu kali gaji pokok.
Presiden Prabowo membeberkan bahwa kenaikan gaji ini sejalan dengan peningkatan jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.
Pada tahun 2025 jumlah guru tersertifikasi akan meningkat menjadi 1,9 juta.
Tahun 2025 nanti, 1.932.666 yang bersertifikat pendidik, yaitu 64,4 persen. Terdapat peningkatan sebanyak 600.650 guru bersertifikat dibanding tahun 2024.**
Oleh: H. Syahrir, SE, M.IPol (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat – Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Nasional/GLN Provinsi Jawa Barat)
