TENJO ETALASE SDM DAN INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR YANG MEMPRIHATINKAN
TRANSINDONESIA.co | Terbatasnya sumber daya manusia (SDM) dan kurang merata perbaikan infrastuktur memang masih menjadi persoalan tiap tahunnya di sektor pendidikan terutama didaerah perbatasan. Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami hal serupa ditingkat sekolah dasar. Saat ini ada 8 posisi kepala sekolah dasar yang masih kosong di daerah tersebut. Hal tersebut disampaikan Muhamad Soleh, Kasie Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjo.
“Permasalahan yang paling utama, adalah terbatasnya SDM. Kita kekurangan guru dan kepala sekolah. Tahun ini saja sudah hampir posisi 8 kepala sekolah yang kosong. Sehingga itu otomatis kan, berjalannya kurang efektif. Karena ada beberapa kepala sekolah yang harus merangkap di beberapa sekolah.” ujar Soleh saat diwawancara di Kantor Kecamatan Tenjo.
Keluhan ini dirasakan yang sama oleh Kepala Sekolah SDN Tenjo 02, Babay Suryati. Babay mengeluhkan kurangnya SDM di Kecamatan Tenjo ini, bahkan ia harus merangkap jabatan menjadi kepala sekolah di SDN Tenjo 05.
“Kalau masalah itu, sudah jadi rahasia umum juga di Kecamatan Tenjo, terutama yang kepala sekolah. Kalau disini (SDN Tenjo 02), alhamdulillahnya kebantu sama guru honorer. Kalau di sekolah lain masih kurang gurunya. Ada juga sekolah yang satu saja guru PNS-nya. Ada beberapa sekolah yang tidak ada kepala sekolahnya jadi PLT. Saya aja PLT di SDN Tenjo 05, terutama guru PNS dan guru P3K (yang masih kurang),” ujar Babay saat mengungkapkan keluhannya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Yoyoh Mutiaroh menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Tenjo 03. Saat diwawancara di SDN Tenjo 03, Yoyoh mengungkapkan bahwa ia merasakan hal yang sama terkait kurangnya SDM.
“Sangat betul SDM terutama di bagian pendidikan (Kecamatan Tenjo) masih kurang. Kami juga (SDN Tenjo 03) sangat butuh tenaga pengajar, apalagi ada yang calon kepala sekolah yang ingin dilantik terus ada lagi guru yang karirnya meningkat lagi menjadi pengawas. Bantuan dari pusat ke daerah Tenjo sangat diharapkan untuk mengurangi krisis tersebut,” kata Yoyoh.
Permasalahan lainnya adalah infrastruktur yang kurang memadai. Menurut Soleh, infrastruktur di sekolah dasar kecamatan Tenjo ini terhambat akibat kurangnya biaya dari anggaran pemerintah.
“Kalau untuk masalah eksternalnya, ada keterbatasan anggaran dari pemerintah. Ada memang beberapa sekolah yang menurut kami sebenarnya masih bisa untuk diperbaiki kecil-kecilan, namun (Insya Allah) berdasarkan ajuan tahun ini, akan dilanjutkan perbaikan sekolah yang rusak,” ucap Soleh dalam penjelasan terkait masalah eksternal pendidikan di Kecamatan Tenjo.
Walau pengajuan perbaikan sekolah sudah dilakukan beberapa kali, namun hasilnya masih tetap nihil. Babay mengungkapkan rasa kekecewaan ketika ia sudah melakukan laporan setiap tahun untuk mendapatkan perbaikan fasilitas sekolah di SDN Tenjo 02 tapi masih saja tidak kebagian. Contoh kecil, perbaikan yang diajukan adalah perbaikan toilet siswa.
“Perbaikan toilet siswa sudah beberapa kali kita ajukan, tapi sampai saat ini belum ada kabarnya. Sudah dari tahun 2020, diajukan namun selalu tidak dapat jawabannya. Hasil dari Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) kita selalu nunggu dua (toilet). Kita sedang usahakan agar tahun 2024 dapat kebagian untuk memperbaiki toilet siswa.” ungkap Babay untuk perbaikan infrastruktur di SDN Tenjo 02.
SDN Tenjo 03 juga masih belum mendapatkan bantuan infrastruktur dari pusat padahal sudah mengajukan beberapa kali dengan waktu yang cukup lama. “Kami selaku SDN Tenjo 03 benar benar sangat membutuhkan perbaikan-perbaikan sarana, utamanya gedung. Sebenarnya banyak peluang untuk memajukan infrastruktur, itu biasanya di Musrenbang biasanya diajukan dari tahun 2016 sampai sekarang ini belum ada jawaban. Padahal kami hanya meminta RKB 2 ruangan kelas saja,” tutur Yoyoh saat menyampaikan aspirasinya terkait perbaikan fasilitas gedung sekolah.
Tenjo adalah ujung Kabupaten Bogor di wilayah barat, harapannya bisa menjadi etalase di bidang pendidikan karena berbatasan dengan Kabupaten Tangerang dan Lebak sehingga dapat merepresentasikan wajah Pendidikan Kabupaten Bogor saat ini, yang belum terwujud secara optimal.
Selain pemerataan perbaikan pembangunan sekolah dasar, ada pun pemerataan wilayah tugas tenaga pendidik baik ASN dan P3K ke beberapa kecamatan yang mengalami krisis agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif sehingga program ‘Bogor Cerdas (Bodas)’ yang dibuat oleh Kabupaten Bogor dapat diterapkan dengan baik di Kecamatan Tenjo.
TENJO (03/03/2023)
*) Meuthia Kezia Azzahra – Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital & Media, Sekolah Vokasi IPB University