Polandia, Korsel Tandatangani Kesepakatan Pembelian Pesawat Militer

TRANSINDONESIA.co | Polandia menandatangani kesepakatan senilai $3 miliar dengan Korea Selatan untuk pembelian 48 pesawat tempur FA-50 buatan Korea. Negara di Eropa Tengah itu sedang mengambil langkah-langkah mendesak untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan pertahanannya di tengah perang Rusia di Ukraina.

Dua kesepakatan untuk pembelian pesawat-pesawat Fighting Falcon ini dicapai menyusul penandatanganan kontrak pembelian tank dan howitzer Korea Selatan senilai sekitar $5,8 miliar.

Presiden Polandia Andrzej Duda, yang merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata, dan Menteri Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan, Eom Dong-hwan, menghadiri upacara penandatanganan kedua kesepakatan itu hari Jumat (16/9) di sebuah pangkalan militer di Janow, Polandia Tengah.

Dokumen-dokumen tersebut ditandatangani oleh wakil perdana menteri Polandia yang juga menteri pertahanan, Mariusz Blaszczak, dan oleh sejumlah pejabat Korea Selatan.

Berdasarkan salah satu kesepakatan, 12 pesawat akan dikirimkan pada awal paruh kedua tahun depan. Kesepakatan kedua adalah untuk 36 pesawat dengan fitur teknis dan tempur yang ditentukan oleh Polandia, yang akan dikirim antara tahun 2025 dan 2028. Pesawat-pesawat tersebut kompatibel dengan pesawat-pesawat tempur F-16 dan F-35A buatan Amerika, menurut Kementerian Pertahanan Polandia.

Kedua kesepakatan tersebut mencakup pelatihan, logistik, dan transfer beberapa teknologi yang akan memungkinkan perbaikan pesawat dilakukan di Polandia. Warsawa mengatakan ini adalah salah satu kesepakatan pertahanan terbesar dan terpenting Polandia dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah konservatif Polandia mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan angkatan bersenjatanya sebagai anggota NATO dalam menanggapi agresi Rusia di Ukraina.

Polandia, seperti negara-negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat, telah mengirim peralatan militer ke Ukraina selama hampir tujuh bulan perang berlangsung di sana. Warsawa berusaha untuk mengganti beberapa peralatan itu, termasuk dengan tank Abrams buatan AS. [voa]

Share
Leave a comment