Jepang Tangkap Sponsor Ke-3 Dalam Skandal Suap Olimpiade Tokyo

TRANSINDONESIA.co | Tuduhan suap terhadap sejumlah mantan anggota panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo menjerat perusahaan ketiga yang mensponsori pesta olahraga akbar itu, sementara jaksa Jepang “menangkap kembali” Haruyuki Takahashi untuk ketiga kalinya, Selasa (27/9).

Tuduhan terbaru terfokus pada dana 15 juta yen ($104.000) yang diterima Takahashi dan seorang pejabat lain dari Daiko Advertising Inc., yang berbasis di Osaka, Jepang Tengah, kata Jaksa Distrik Tokyo dalam sebuah pernyataannya.

Penangkapan yang terjadi pada hari yang sama dengan pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang menghadirkan para pejabat asing termasuk Presiden IOC Thomas Bach dan Wakil Presiden AS Kamala Harris ini, menegaskan tekad jaksa untuk menuntaskan skandal Olimpiade ini hingga ke akar-akarnya.

Budaya Jepang biasanya lebih memilih “menyelamatkan muka,” dan menutupi sesuatu yang memalukan di panggung internasional. Penangkapan itu kemungkinan menunjukkan isyarat menciutnya ambisi Jepang untuk bersaing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2030.

Kadokawa, presiden perusahaan itu, atas tuduhan menyuap Takahashi dengan 69 juta yen ($480.000). Kadokawa menegaskan dirinya tidak bersalah.

Takahashi telah secara resmi didakwa menerima suap dalam pembayaran Aoki. Pada hari Selasa, ia secara resmi didakwa menerima suap dalam pembayaran Kadokawa.

Takahashi memiliki pengaruh besar dalam mengatur sponsor Olimpiade, meskipun ia tidak lagi tercantum dalam dewan direksi Dentsu sejak 2009.

Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade pada musim panas 2021, setelah penundaan satu tahun karena pandemi. Biaya penyelenggaraan pesta olahraga ini secara resmi tercatat $13 miliar, sebagian besar diambil dari dana publik.[voa]

Share
Leave a comment