Indonesia Berdakwah

Warga Muslim di Mumbai Protes Pernyataan Pejabat BJP

Demonstran Muslim di Mumbai, memprotes pernyataan petinggi partai nasionalis Hindu yang berkuasa, yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan istrinya, Aisya, 6 Juni 2022. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

TRANSINDONESIA.co | Demonstran Muslim di Mumbai, kota di pesisir barat India, berpawai di jalan-jalan hari Senin (6/6). Mereka memprotes pernyataan petinggi partai nasionalis Hindu yang berkuasa, yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan istrinya, Aisya.

India menghadapi kemarahan diplomatik besar dari negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim setelah petinggi partai itu mengeluarkan pernyataan yang menghina Islam dan Nabi Muhammad, menimbulkan tuduhan penistaan agama di beberapa negara Arab yang membuat New Delhi berjuang keras mengatasi dampaknya.

Syed Hashmi, seorang demonstran, mengatakan bahwa menskors salah seorang petinggi partai itu, Nupur Sharma, tidak cukup. Berdasarkan laporan awal yang diajukan ke polisi, lanjutnya, Sharma seharusnya didakwa sebagai teroris dan UU Keamanan Nasional diberlakukan terhadapnya karena melakukan aktivitas antinasional. Ia mengatakan Sharma seharusnya ditangkap dan dipenjarakan.

Sedikitnya lima negara Arab telah mengajukan protes resmi terhadap India. Pakistan dan Afghanistan juga bereaksi keras hari Senin terhadap komentar yang dikemukakan dua juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan PM Narendra Modi.

Kemarahan kian besar sejak pekan lalu setelah dua juru bicara BJP, Nupur Sharma dan Naveen Jindal, mengeluarkan pernyataan spekulatif yang dianggap menghina.

BJP tidak mengambil tindakan apa pun terhadap mereka hingga Minggu, sewaktu kemarahan diplomatik serempak mendadak muncul, diawali dengan Qatar dan Kuwait yang memanggil duta besar mereka di India sebagai protes.

Pernyataan kontroversial itu menyusul meningkatnya kekerasan yang menarget warga minoritas Muslim yang dilancarkan nasionalis Hindu, yang menjadi kian berani oleh sikap Modi yang bungkam terhadap serangan-serangan semacam itu sejak ia pertama kali terpilih pada tahun 2014.[voa]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.