Indonesia Berdakwah

NASA Berharap Peluncuran di Selandia Baru akan Buka Jalan bagi Pendaratan di Bulan

Seorang teknisi tengah memasang komponen roket Electron milik Rocket Lab menjelang peluncuran di semenanjung Mahia, Selandia Baru, 10 Maret 2022. (RocketLab via AP)

TRANSINDONESIA.co | NASA ingin bereksperimen dengan orbit baru di sekitar bulan yang diharapkan dapat digunakan pada tahun-tahun mendatang untuk sekali lagi mendaratkan astronot di permukaan bulan.

Badan Antariksa Nasional AS itu mengirim satelit uji dari Selandia Baru, dengan peluncuran dijadwalkan Selasa malam (28/6). Jika berhasil, satelit Capstone CubeSat yang hanya seukuran oven microwave, akan menjadi yang pertama mengambil jalur baru mengelilingi bulan dan akan mengirim kembali informasi penting setidaknya selama enam bulan.

Secara teknis, orbit baru ini disebut orbit halo. Orbit ini berbentuk seperti telur yang membentang dengan satu ujung melewati dekat dengan bulan dan yang lainnya jauh darinya. Gambaran sederhananya bisa dibayangkan dengan memutar karet gelang dari ibu jari Anda. Jempol Anda akan mewakili bulan dan karet gelang adalah jalur penerbangan.

Dengan peluncuran satelit uji ini, NASA berencana untuk menempatkan stasiun luar angkasa yang disebut Gateway ke jalur orbit itu. Dari stasiun itu, astronot dapat turun ke permukaan bulan sebagai bagian dari program Artemis-nya.

Untuk misi satelit, NASA bekerja sama dengan dua perusahaan komersial. Rocket Lab yang berbasis di California akan meluncurkan roket yang membawa satelit, yang dimiliki dan dioperasikan oleh Advanced Space yang berbasis di Colorado.

Misi itu terwujud relatif cepat dan murah untuk NASA, dengan total biaya mencapai $ 32,7 juta.

Membawa satelit seberat 25 kilogram ke orbit itu akan memakan waktu lebih dari empat bulan dan dilakukan dalam tiga tahap.[voa]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.