Indonesia Berdakwah

AS Menangkan Pertikaian Hukum untuk Sita Kapal Pesiar Rusia di Fiji

Kapal pesiar Amadea milik oligarki Rusia Suleiman Kerimov berlabuh di Lautoka, Fiji. (Foto: AFP)

TRANSINDONESIA.co | Amerika Serikat, Jumat (27/5), memenangkan putaran terbaru pertikaian hukum terkait usaha menyita kapal pesiar (superyacht) milik Rusia senilai $325 juta di Fiji. Kasus tersebut tampaknya kini akan bergulir ke Mahkamah Agung negara Pasifik itu.

Kasus ini menunjukkan betapa besarnya tantangan hukum yang dihadapi AS ketika mencoba untuk merebut aset-aset para oligarki Rusia di berbagai penjuru dunia. Niat tersebut disambut oleh banyak pemerintah dan pihak-pihak yang menentang perang di Ukraina, namun menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa jauh yurisdiksi AS.

Pengadilan Banding Fiji pada hari Jumat menolak banding yang diajukan Feizal Haniff, yang mewakili perusahaan yang secara sah memiliki superyacht Amadea. Haniff berargumen bahwa AS tidak memiliki yurisdiksi di bawah undang-undang bantuan timbal balik Fiji untuk menyita kapal tersebut, setidaknya sampai pengadilan memutuskan siapa yang benar-benar memiliki Amadea.

Haniff mengatakan ia sekarang berencana untuk membawa kasus itu ke Mahkamah Agung Fiji dan akan mengajukan permohonan agar pengadilan tertinggi itu mengeluarkan perintah yang akan menghentikan usaha agen-agen AS membawa Amadea keluar dari Fiji sebelum kasus itu didengar.

Sebagai bagian dari putusannya, pengadilan banding memerintahkan agar putusannya tidak berlaku selama tujuh hari, mungkin untuk memberikan waktu bagi pengajuan banding.

AS berpendapat bahwa penyelidikannya telah menemukan, kapal pesiar mewah berbendera Kepulauan Cayman itu benar-benar dimiliki oleh oligarki Rusia Suleiman Kerimov, seorang ekonom dan mantan politisi Rusia.

Kerimov meraih kekayaan dengan berinvestasi di perusahaan emas Rusia Polyus. Majalah Forbes melaporkan, kekayaan bersihnya sebesar $16 miliar. AS pertama kali menjatuhkan sanksi terhadapnya pada 2018 setelah ia ditahan di Prancis atas tuduhan melakukan pencucian uang di sana.

Haniff mengatakan, pemilik Amadea adalah orang kaya Rusia lainnya yang tidak menghadapi sanksi, Eduard Khudainatov. Ia adalah mantan ketua dan kepala eksekutif Rosneft, perusahaan minyak dan gas Rusia yang sebagian besar sahamnya dimiliki pemerintah.[voa]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.