Banjir Lumpur Gemarang Madiun Rusak Rumah Warga

TRANSINDONESIA.co | Dua rumah warga rusak berat akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (12/2/2022), sekitar pukul 16.00 WIB, dipenuhi lumpur selama rumah warga namun tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian tersebut.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menginformasikan Ahad (13/2/2022), banjir telah surut. Insiden tersebut berlangsung di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang. Sebanyak 17 KK atau 61 jiwa dari desa tersebut terdampak banjir yang terjadi setelah hujan lebat menguyur wilayah itu. BPBD juga menyebutkan hujan intensitas tinggi ini mengakibatkan debit air Sungai Widas meluap,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Ahad (13/2/2022).

Meskipun dua rumah warga rusak berat dan 15 unit lainnya terdampak, banjir tidak menyebabkan adanya pengungsian.

BPBD bersama unsur muspika Kecamatan Gemarang dan warga desa bergotong royong membantu warga yang rumahnya rusak. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah warga terdampak banjir. Tampak sampah dan material endapan yang terbawa banjir mengotori rumah maupun jalan desa.

Selain berdampak pada rumah warga, banjir merusak 1 unit jembatan yang ada di Desa Gemarang. Belum ada rincian tingkat kerusakan pada fasilitas yang rusak tersebut.

Pada kajian inaRISK, Kabupaten Madiun memiliki 15 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Satu di antaranya yaitu Kecamatan Gemarang yang terdampak banjir pada Sabtu kemarin.

Sementara itu, hari ini Minggu (13/2) wilayah Kecamatan Gemarang masih berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan-sedang-petir, sedangkan pada esok hari (14/2) prakiraan cuaca masih menginformasikan adanya hujan ringan – petir di kawasan itu.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga mengantisipasi potensi dampak susulan. Ini mengingat potensi hujan masih berpeluang terjadi di Kecamatan Gemarang. Warga diharapkan tetap siap siaga dalam menghadapi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan angin kencang, pada puncak musim hujan di bulan Februari ini.[nag]

Share
Leave a comment