Indonesia Berdakwah

ICK: Kapolri Harus Aplikasikan Pernyataan Presiden Jangan Rendahkan Martabat Institusi

Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kepala Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI, di Bali, Jumat (3/12/2021). [Transindonesia.co /Istimewa]

TRANSINDONESIA.co | Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mengapresiasi pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mempertanyakan kebiasaan Kasatwil (Kepala Satuan Wilayah) mulai Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek “sowan” menyambangi pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sering bikin keonaran dinial merendahkan wibawa institusi Polri yang mengendalikan dan memegang peran penting keamanan dan ketertiban masyarakat (Kanmtibmas).

“Pernyataan Presiden Jokowi ini harus menjadi perhatian serius Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan mengaplikasikan ke seluruh jajarannya agar tidak merendahkan diri institusi dengan melakukan sowan kepada sosok sosok ormas yang diungkapkan Presiden sering bikin keonaran,” kata Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, SH, dalam pernyataan persnya di Jakarta, Ahad (5/12/2021).

Ketua ICK Gardi Gazarin menilai Kasatwil yang melakukan seperti disampaikan Presiden merupakan Kasatlwil yang mencari aman untuk posisinya. “Mestinya, Kasatwil sebagaimana ujung tombak Kamtibmas di wilayahnya tidak merendahkan diri institusi berseragam coklat dengan ormas,” ungkap Gardi Gazarin.

Lebih lanjut Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014 – 2016 menyatakan Kasatwil selain memegang komando Kamtibmas juga pembina ormas di wilayahnya. “Komando Kanmtibmas itu di tongkat Kasatwil yang juga salah satu pembina ormas. Jadi, yang harus menyambangi atau datang itu pimpinan ormas bukan sebaliknya Kasatwil yang menghadap ormas,” terang Gardi Gazarin.

Menurut Gardi Gazarin, Presiden Jokowi memiliki perhatian besar terhadap institusi seragam coklat guna menjaga wibawa Polri di mata masyarakat. “Kepolisian adalah milik Rakyat sebagai penegak hukum tegas dan humanis,” kata Gardi Gazarin.

Untuk itu kata Gardi Gazarin, peringatan dari presiden jangan dianggap remeh apalagi mengabaikan, sebab apapun pernyataan presiden sudah dilakukan pertimbangan untuk kebaikan institusi demi pelayanan, perlindungan, dan pengayoman sebagai motto Polri.

“Dengan demikian Polri tidak merendahkan martabat institusi, dan kehilangan wibawa di mata masyarakat yang mengidamkan Polri Presisi,” ucap Gardi Gazarin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan arahan kepada Kepala Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12/2021). Dalam arahannya, Jokowi mempertanyakan kebiasaan kapolda hingga kapolres baru menyambangi petinggi ormas yang sering bikin keonaran.

“Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan ada kapolda baru, ada kapolres baru, malah datang kepada sesepuhnya ormas yang sering membuat keributan. Bener ini?,” ujarnya.

Suasana pertemuan pun hening. Jokowi kemudian melanjutkan dengan mengungkapkan dialognya dengan salah satu kapolres.

“Saya tanya ke kapolres. Kenapa bapak melakukan ini? supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul?,” tanya Jokowi.

“Hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Banyak ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan. Polri harus memiliki kewibawaan,” kata Presiden.[rls]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.