Indonesia Berdakwah

Valentino Rossi ‘Sesali’ Keputusannya Pensiun

Valentino Rossi bereaksi setelah balapan. Rossi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari dunia balap sepeda motor.(Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini)

TRANSINDONESIA.co | Legenda balap sepeda motor Valentino Rossi, yang menyelesaikan MotoGP terakhirnya setelah 26 tahun pada Minggu (14/11), berpikir pensiun akan sulit baginya,” terutama pada Maret ketika musim balapan dimulai lagi.”

Rossi yang berusia 42 tahun, juara dunia sembilan kali turnamen di semua kategori balap, finis di urutan kesepuluh dengan Yamaha dalam penampilan terakhirnya di Valencia. Perhelatan tersebut merupakan GP ke-432 Rossi sejak ia memulai debutnya pada 1996, sebagaimana dikutip dari kantor berita AFP, Senin (15/11).

“Saya termotivasi dan fokus seolah-olah saya sedang berjuang untuk kejuaraan karena balapan terakhir adalah balapan terakhir, itu sangat penting,” kata ‘The Doctor’ setelah melewati garis finis di mana ia dielu-elukan oleh para penggemar dan sesama pebalap.

“Itu tidak mudah karena ada banyak tekanan, tetapi saya bisa masuk ke 10 besar, sehingga itu berarti saya mengakhiri karir panjang saya di antara 10 pebalap teratas di dunia!” katanya sambil tertawa.

“Itu penting bagi saya, saya akan selalu bisa mengatakan bahwa di balapan terakhir saya, saya finis di 10 besar. Itu yang paling penting, untuk mencoba kompetitif, karena saya masih seorang pembalap,” tukasnya

“Saya tidak Ingin finis terakhir,” kata Rossi.

Inisial Rossi dan nomor ‘VR46’ berkibar di mana-mana di sirkuit Ricardo Tormo saat MotoGP berlangsung.

“Itu benar-benar akhir pekan yang sangat istimewa,” kata Rossi yang memenangkan tujuh gelar utama (500cc dan MotoGP) serta mahkota dunia 125cc dan 250cc.

“Saya tidak menyangka. Saya sedikit khawatir tentang akhir pekan terakhir dalam karir saya.

Sangat Mengharukan

“Kami membayangkan momen ini untuk waktu yang lama tetapi Anda tidak pernah tahu bagaimana perasaan kami, jika Anda dapat tetap fokus pada balapan, jika Anda akan sedih. Namun ini adalah akhir pekan yang istimewa.”

Di akhir balapan, yang dimenangkan oleh anak didik Rossi, Francesco Bagnaia, yang mengenakan nomor 46 di helmnya, 75.000 penonton berdiri bertepuk tangan saat rekan-rekan pembalapnya memberi Rossi trek untuk membuat putaran kehormatan solo.

“Itu sangat mengharukan. Saya menerima dukungan besar dan merasa sangat dihormati dari semua orang di paddock dan semua pebalap,” kata Rossi.

Musim depan tim VR46 Rossi akan memulai debutnya di MotoGP sebagai satelit Ducati. Namun pebalap asal Italia itu sudah merasakan penyesalan yang mendalam karena meninggalkan olahraga yang sangat ia cintai.

“Saya menyesal telah berhenti,” akunya dengan seringai khas Rossi.

“Saya pikir itu akan sulit dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, terutama pada bulan Maret ketika musim dimulai lagi dan saya tidak akan berada di sana.”

Penyesalannya yang lain, terlepas dari semua gelar yang dia menangkan, adalah yang dia lewatkan.

“Saya ingin sekali memenangkan gelar dunia kesepuluh,” katanya.

“Mungkin jika saya berusaha keras di tahun-tahun pertama karir saya seperti di 10 tahun terakhir, saya bisa memenangkan lebih banyak balapan,” ujar Rossi sambil tertawa. [ah/rs/au]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.