Indonesia Berdakwah

Tertib Berlalu Lintas

Petugas Satlantas Polda Metro Jaya saat melakukan pengamanan, evakuasi korban dan kenderaan dalam peristiwa kecelakaan kenderaan roda empat di ruas Tol Cengkareng KM 27 menuju arah Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (12/11/2021). [Transindonesia.co /TMC Polda Metro Jaya]

TRANSINDONESIA.co | Tertib lalu lintas bukan sebatas disiplin melainkan suatu moralitas bagi kemanusiaan. Manusia dan kemanusiaannya seringkali dihadapkan berbagai pilihan bagi hidup dan kehidupannya untuk dapat bertahan hidup. Konteks bertahan hidup tentu akan berkaitan dengan produktifitas. Dan proses itu dikaitkan dengan aktivitas yang dengan atau melalui lalulintas. Itulah yang sering dikatakan lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan.

Banyak orang mengatakan dan menunjukkan egonya, ‘Ini badan badan saya ini motor motor saya mengapa harus ini harus itu’. Bahkan ada yang ekstrim mengatakan, ‘Ini kepala kepala saya, ini badan badan saya sendiri mau apa apun yang terjadi saya yang merasakan sendiri’. Memang cara berpikir ajaib speeti itu nampaknya benar tetapi lupa ia berada di tempat umum. Kalau terjadi sesuatu akan berdampak juga bagi orang lain.

Di tempat umum semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama, oleh sebab itu kesadaran tanggung jawab dan disiplin merupakan suatu wujud kepekaan, kepedulian dan bela rasa akan dirinya maupun orang orang lain. Polisi bekerja di ranah publik ubtuk mengatur menjaga mengawasi bahkan menegakkan hukum. Di ranah publik harus ijin atau setidak memberitahukan kepada pemangku kepentingan lainnya.

Tertib berlalu lintas bukan karena ketakutan, bukan karena keterpaksaan melainkan kesadaran diri bahwa dirinya dapat menjadi korban, yang menghambat, merusak bahkan mematikan produktifitas kita maupun orang lain.

Tertib berlalu lintas wujud perjuangan bagi kemanusiaan yang menyadari bahwa manusia sebagai aset utama bangsa. Tertib berlalu lintas merupakan gerakan moral bagi kemanusiaan agar tidak menjadi korban sia sia di jalan raya. Air mata sesal tiada guna tatkala telah terjadi, mencegah akan lebih baik daripada meratapi.

Dalam membangun budaya tertib berlalu lintas bukanlah parsial atau temporer. Melainkan secara terpadu dan berkesinambungan dan gerakan membangun tertib berlalu lintas merupakan wujud solidaritas sosial

Kelalaian dalam berlalu lintas mengundang petaka dan duka. Banyak kejadian di jalan raya yang berujung maut. Tidsk sebatas kerugian material, tetapi juga jiwa dan cacat.

Kesiapan berlalu lintas secara fisik, kendaraan dan perilaku tertib berlalu lintas selain mencegah kecelakaan dan menyelamatkan pengguna jalan juga membangun peradaban.

Tertib berlalu lintas yang dibangun dengan penuh kesadaran tanggung jawab dan disiplin merupakan wujud peran serta kita di dalam membangun peradaban. Tatkala tiada keselamatan maka semua akan sia sia dan tiada berarti apa apa.*

Chryshnanda Dwilaksana [Dirkamsel Korlantas Polri]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.