Indonesia Berdakwah

PM Australia Bantah Bohongi Prancis Terkait Kesepakatan Kapal Selam

PM Australia Scott Morrison di Istana Elysee, Paris, Prancis, 15 Juni 2021. (AP Photo/Rafael Yaghobzadeh)

TRANSINDONESIA.co | Perdana Menteri Australia Scott Morrison membantah bahwa ia telah berbohong kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron saat diam-diam merundingkan kesepakatan kapal selam dengan Amerika Serikat dan Inggris. Tuduhan Prancis ini telah meningkatkan ketegangan terkait pembatalan mengejutkan Australia atas kesepakatannya dengan Prancis.

Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce mengatakan bahwa Prancis bereaksi berlebihan, dengan mengatakan, “kami tidak merusak Menara Eiffel.” Joyce mengistilahkan Prancis sebagai Menara Eiffel.

Australia pada bulan September membatalkan kontrak lima tahun senilai 66 juta dolar AS dengan perusahaan milik negara Prancis, Naval Group untuk membangun 12 kapal selam diesel-listrik konvensional. Belakangan diketahui Australia membuat aliansi dengan Inggris dan AS untuk memperoleh armada delapan kapal selam bertenaga nuklir yang dibangun dengan teknologi AS.

Macron mengatakan kepada sejumlah wartawan Australia Minggu malam di Roma, di mana kedua pemimpin itu menghadiri KTT negara-negara G-20, aliansi baru itu adalah “berita yang sangat buruk bagi kredibilitas Australia dan merusak kepercayaan mitra-mitra besar Australia.”

Morrison, yang juga berada di Roma, mengatakan ia tidak berbohong kepada Macron, sementara para menteri senior pemerintah Australia mengkritik pemimpin Prancis itu karena meningkatkan perselisihan dengan mengeluarkan tuduhan tersebut.

”Kami tidak mencuri sebuah pulau, kami tidak merusak Menara Eiffel, itu adalah kontrak,” kata Joyce di ibu kota Australia, Senin (1/11). “Kontrak memiliki syarat dan ketentuan, dan salah satu syarat dan ketentuan dan proposisi itu adalah Anda mungkin keluar dari kontrak. Kami keluar dari kontrak itu,” tambah Joyce.

Kantor Joyce tidak dapat mengatakan apakah pernyataan “mencuri sebuah pulau” mengacu pada Pulau Sark kecil di Selat Inggris, yang coba dikuasai oleh fisikawan nuklir Prancis Andre Gardes dengan senapan serbu pada tahun 1990. Peristiwa aneh tersebut menginspirasi film yang dirilis pada 2013 dan berjudul “The Man Who Tried to Steal an Island.”

Menteri Kabinet David Littleproud menggambarkan kritik Macron terhadap Morrison sebagai pernyataan “tidak masuk akal”. Ia mengatakan, Morrison tidak dapat mengungkapkan kepada Macron bahwa AS telah menawarkan teknologi propulsi nuklir ke Australia ketika kedua pemimpin itu makan malam bersama pada bulan Juni karena alasan keamanan nasional. ”Saya tahu pasti bahwa kapal-kapal selam konvensional tidak akan mampu memenuhi kepentingan strategis kami,” kata Morrison.

Macron telah menolak untuk menerima panggilan telepon Morrison setelah kehebohan kapal selam pecah sampai beberapa jam sebelum pemimpin Australia itu terbang ke Roma pekan lalu. Kedua pemimpin itu tidak mengadakan pertemuan bilateral di Roma, tetapi Morrison mengatakan mereka telah “berbicara beberapa kali” dan kemungkinan akan melakukannya lebih banyak dalam beberapa hari mendatang. Kedua pemimpin juga menghadiri KTT iklim PBB di Glasgow, Skotlandia, pekan ini.

Presiden Joe Biden mengatakan kepada Macron pekan lalu bahwa AS telah berperilaku ceroboh dalam menangani kesepakatan aliansi dengan Australia dan Inggris terkait kapal selam. Biden mengatakan ia mengira Macron telah diberitahu jauh sebelum kesepakatan itu diumumkan. [ab/uh]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.