Indonesia Berdakwah

Ikebana: Seni yang Melatih Nyali Sekaligus Rasa Seni

Ikebana seni merangkai. [Transindonesia.co /cdl]

TRANSINDONESIA.co | Ikebana atau seni merwngkai bunga dari Jepang yang sangat terkenal dengan gaya yang khas. Ikebana bisa dilihat sebagai seni rekonstruksi yang menggabungkan berbagai materi menjadi suatu rangkaian bunga. Bisa dengan cabang atau ranting, dengan daun, dengan kayu, dengan berbagai vas atau jambangan yang lazim atau apa saja sebagai vasnya. Dari yang kecil hingga besar. Dari satu warna satu bunga satu cabang hingga yang beraneka ragam.

Ikebana ada satu prinsip yang mungkin ini dari kaca mata saya melihat rangakaian bunga gaya Jepang:

1. Ada bunga atau sesuatu yang dijadikan fokus of interest
2. Diimbangi dengan ranting yang hidup atau mati dengan daun atau kuncup kuncup dari jenis yang berbeda
3. Di rangkaikan pada sesuatu tempat yang bisa menjadi wadah atau landasannya
4. Harmoni antara benda benda yang dirangkainya
5. Ada sesuatu pesan yang akan disampaikan
6. Ikebana harmoni dengan model bonsai (seni pohon kerdil di pot), suiseki (seni batu alam)
7. Bisa di elaborasi dengan kain atau seni lipatan kertas (origami) atau dengan material material lain
8. Menjadi ruang ekspresi merangkai bunga batang daun buah, kuncup bahkan yang keringpun dapat digunakan secara  harmoni.

Model atau gaya ada yang standar ada yang bebas yang mencakup point 1 sd 8 tidak harus seluruhnya dari 2 atau 3 saja ciri atau karakter atau style secara kasat mata dapat langsung diketahui ini model ikebana.

Ikebana menjadi sesuatu yang bisa dijadikan ajang uji nyali seni dalam mengkonstruksi materi dalam satu ruang harmoni. Dari ikebana ini dapat mengasah rasa dan jiwa bagaimana seni tak sebatas materi atau figur saja melainkan juga rasa dan jiwa.

Ikebana nampaknya sederhana dan materinya ada di sekitar kita sehari hari. Tatkala di rumahkita atau lingkungan kita sebagian yang ada ditata atau disisihkan sedikat saja bagi jiwa dan rasa seni tentu hidup akan lebih hidup dan semakin hidup. Hanya saja seringkali kita malas atau enggan menanggapi getar jiwa menyambut seni.*

Fajar Tegal Parang 221121
Chryshnanda Dwilaksana

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.