Indonesia Berdakwah

Dewan Eropa Kecam Pengerahan Migran oleh Belarus di Perbatasan Uni Eropa

Para migran di Grodno, Belarus berusaha memasuki perbatasan Polandia (8/11/2021).[AP]

TRANSINDONESIA.co | Presiden Dewan Eropa Charles Michel hari Rabu (10/11) mengutuk serangan “brutal dan hybrid” di perbatasan Uni Eropa oleh Belarus, di tengah krisis migrasi yang semakin dalam.

Michel sedang melakukan kunjungan “solidaritas” ke Polandia yang pekan ini menghadapi upaya sejumlah migran yang ingin memasuki perbatasan timurnya, yang menurut Uni Eropa didorong oleh pihak berwenang Belarus.

“Kami hanya dapat menjawab hal ini dengan ketegasan dan persatuan, sesuai nilai-nilai utama kami,” ujar Michel menjawab pertanyaan media seusai pertemuannya dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.

Morawiecki mengutuk apa yang disebutnya sebagai “terorisme negara” yang dilakukan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Ia mendesak Belarus untuk berhenti membawa migran ke perbatasan negaranya.

“Apa yang kami hadapi di sini, dan kami harus menyatakan bahwa hal ini jelas merupakan manifestasi dari terorisme negara. Ini merupakan balas dendam diam-diam (Presiden Lukashenko.red) terhadap fakta bahwa kami mendukung pemilu yang demokratis dan orang-orang di Belarus, dan bahwa kami mendukung perubahan yang kami harapkan akan terjadi di seluruh Eropa, yang hanya berharap akan terjadinya perubahan.”

Ditambahkannya, Uni Eropa akan segera membahas penguatan sanksi yang telah dijatuhkan terhadap Belarus atas tindakan keras yang brutal terhadap para pembangkang, pasca pemilu yang disengketakan atas terpilihnya kembali Lukashenko untuk masa jabatan keenam pada Agustus 2020 lalu. [em/jm]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.