Indonesia Berdakwah

Yenny Wahid Ingin NU Menjadi Pengayom Masyarakat Papua

Foto: FB Yenny Wahid

TRANSINDONESIA.CO | Masih dalam rangka napak tilas perjuangan Gus Dur di Papua, saya silahturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua, Jumat Sore (01/10/2021), Saya juga menyempatkan diri berkunjung ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Papua. Senangnya saya disambut hangat oleh sejumlah pengurus PWNU dan sejumlah pengurus Fatayat dan Muslimat yang merupakan salah dua organisasi badan otonomi NU.

Dan serunya lagi saya sampai dipakaikan topi cendrawasih sebagai symbol kehangatan warga Papua. Sebagian besar pengurus yang hadir merupakan tokoh agama Islam di Papua yang aktif menggerakkan berbagai kegiatan – kegiatan keagamaan di Papua. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2 Jam ini, diisi dengan diskusi dan saling berbagi informasi dan pengalaman – pengalaman dari para Pengurus PWNU dalam menjalankan roda organisasi NU di tanah Papua.

Saya ngobrol ringan dan mengajak seluruh kader dan pengurus NU di Papua untuk menyebarkan perdamaian yang inklusif. Bagi saya, kultur di Papua sangat berbeda dengan di Jawa. Di sini NU sebagai muslim merupakan minoritas di antara agama-agama yang lain. Oleh karena itu, penting bagi NU untuk menyebarkan perdamaian yang inklusif kepada seluruh anak bangsa yang ada di sini. Saya mengingatkan bagaimana Gus Dur dulu mengayomi masyarakat Papua.

Sebagaimana kita semua tahu, perintah agama dalam Islam sangatlah jelas bahwa perbedaan harus disikapi dengan rasa ingin tahu untuk saling mengenal dan menghormati, bukan untuk saling bermusuhan dan membenci.

Pak ketua PWNU Papua Ustadz Tony Vivtor Mandawiri juga menyampaikan akan terus berkomitmen  menyebarkan nilai-nilai yang Gus Dur telah perjuangkan.  Bahkan kata pak Tony, pihaknya mempunyai sekolah bersama gabungan beberapa organisasi masyarakat yang sudah berjalan sejak lama. Bahkan, terdiri mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Saya turut senang dan mengapresiasi. NU harus terbiasa mengelola perbedaan menjadi hal yang biasa dan lumrah sehingga menciptakan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.[yenny wahid]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.