Indonesia Berdakwah

Prihatin Pembunuhan Ibu & Anak di Subang Diwarnai Klenik, ICK: Penyidik Jangan Terseret

Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), Gardi Gazarin. [Transindonesia.co/Dokumentasi]

TRANSINDONESIA.CO | Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) prihatin  penyelidikan kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustidi di Subang, Jawa Barat, sampai sekarang belum juga terungkap. ICK minta Polri jangan sampai terpengaruh informasi yang berbau mistik seperti yang beredar di masyarakat terkait pelaku pembunuhan tersebut.

Polisi harus tetap fokus dalam penyelidikan sesuai bukti, keterangan saksi dan hasil olah TKP. “Polisi jangan sampai terseret atas berbagai pernyataan  yang mengarah pada mistik. Ini mengingat pasca insiden pembantaian ibu dan anak kandung keluarga tokoh lembaga pendidikan itu marak pernyataan mistik di medsos. Bahkan ada yang berani menyebut sosok pelaku dengan ciri tertentu ” kata Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, SH, dalam siaran persnya, Selasa (5/10/2021).

Menurut Gardi, munculnya pernyataan  paranormal terkait siapa pembunuh ibu dan anak ini sengaja dimunculkan  pihak tertentu. Pernyataan itu muncul diduga untuk kepentingan follower atau target mempengaruhi penyelidikan yang dilakukan polisi.

ICK mengkhawatirkan, jika polisi terpengaruh klenik atau ramalan paranormal nanti yang dituduh sebagai pelaku bukan orang sebenarnya. “Ini sangat berbahaya. Salah tangkap,  orang tidak bersalah harus menanggung hukumannya. Polisi wajib akurat, dan presisi menyikapinya,” ujar Gardi Gazarin.

Apalagi awal penanganan oleh pakar reserse kepolisian mulai polsek, polres, polda dan Bareskrim Polri plus tim anjing pelacak dan ahli forensik. Tim penyidik Bareskrim sudah bekerja keras di lapangan untuk membantu Polres Subang dan Polda Jawa Barat mengungkap siapa  pelakunya disinyalir sosok psikopat.

ICK berharap penanganan kasus pembunuhan keji ini  tidak berlarut larut dan bisa segera terungkap. Sebab, sudah 45 hari berlalu kasus pembantaian ibu dan anak yang terjadi 18 Agustus 2021, belum ada titik terang.

Kini malah berbagai spekulasi bermunculan di masyarakat. Salah satunya terkait pernyataan-pernyataan para normal yang mencoba memberikan pendapat berbau mistik terkait dugaan pelaku pembantai sadis tersebut.

ICK mengkhawatirkan, jika polisi tidak fokus dan terpengaruh dengan ramalan paranormal maka nanti yang dituduh sebagai pelaku bukan pelaku sebenarnya atau salah tangkap. “Ini sangat berbahaya. Polisi harus jeli dan teliti menyikapinya,” kata Gardi Gazarin.

Karenanya, ICK menyarakan tim penyidik di lapangan fokus pada keterangan saksi, barang bukti dan hasil olah TKP.  ICK lanjut Gardi tetap yakin kasus pembunuhan ibu dan anak ini terungkap, meski membutuhkan waktu panjang.

Apalagi sekarang pemeriksaan terhadap saksi sudah mengerucut pada 4 saksi, yakni Yosef (54) suami dari Tuti dan ayah dari Amalia, Yoris (34) anak Yosef, Mimin istri muda Yosef. Termasuk saksi Danu, kerabat dari keluarga korban. “Polisi harus tetap fokus pada keterangan para saksi,” ujar Gardi.

Tuti dan putrinya Amalia dibantai pelaku dan ditemukan keadaan telanjang di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Pelaku menyembunyikan kedua mayat korban dalam bagasi mobil mewah Alphard di rumahnya.

Awalnya, dua sosok mayat tersebut ditemukan oleh Yosef suami Tuti  terkejut dengan kondisi rumah yang berantakan. Pelaku juga sempat membersihkan ceceran darah di dalam korban untuk menghilangkan jejak dan sidik jarinya.

Puluhan saksi sudah dimintai keterangan tim penyidik gabungan Bareskrim Polri. Sepertinya, pelaku sudah merancang pembunuhan ini secara matang sehingga Polri pun dibuat jungkir balik untuk mengungkap kasus tersebut.[rls]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.